Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tahun Tinggal di Huntara, Warga Lebak Masih Tunggu Janji Huntap

Screenshot_20251027_092834_WhatsApp.jpg
Kondisi Huntara korban banjir Lebak (Dok. Tangkapan layar video)
Intinya sih...
  • Janji pembangunan huntap sudah disampaikan sejak masa kepemimpinan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.
  • Kondisi huntara semakin memprihatinkan dengan atap dan dinding yang rusak serta kekurangan kebutuhan sehari-hari.
  • Cici dan warga lainnya masih menunggu janji relokasi ke hunian tetap setelah enam tahun tinggal di huntara.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times – Enam tahun sudah Cici (40) bersama suaminya, Raman, dan empat anaknya bertahan hidup di tenda beralaskan tanah, berdinding terpal, serta beratapkan anyaman daun sagu. Mereka tinggal di hunian sementara (huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, sejak rumah mereka hancur diterjang banjir bandang pada 2020 lalu.

Banjir bercampur lumpur merobohkan rumah Cici dan ratusan warga lainnya. Sejak saat itu, para korban direlokasi ke huntara sembari menunggu janji pemerintah membangun hunian tetap (huntap) yang hingga kini belum juga terwujud.

“Sudah enam tahun kami tinggal di huntara. Pemerintah menjanjikan akan membangun hunian tetap, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan direalisasikan,” kata Cici, Minggu (18/1/2025).

1. Janji pembangunan dari masa Bupati Iti

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Ia mengungkapkan, janji pembangunan huntap sudah disampaikan sejak masa kepemimpinan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Namun hingga kini, meski kepemimpinan daerah sudah berganti, hunian yang dijanjikan tak kunjung dibangun.

“Beda dengan warga korban banjir bandang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sudah menempati hunian tetap dengan fasilitas jalan yang bagus dan air bersih cukup. Padahal korban banjir bandang Lebakgedong dan Bogor terjadi di waktu yang sama,” ujarnya.

Kondisi huntara yang ditempati sejak enam tahun lalu kini semakin memprihatinkan. Atap dan dinding mulai rusak, dan saat musim hujan, tenda sering bocor sehingga anak-anak harus tidur kedinginan.

“Suami saya bekerja sebagai buruh serabutan, tidak mampu memperbaiki tenda yang kondisinya sudah rapuh. Jangankan memperbaiki tenda, untuk kehidupan sehari-hari saja kami kekurangan,” ucapnya.

2. Para korban bencana terpaksa tabah menanti

Screenshot_20251027_092830_WhatsApp.jpg
Kondisi Huntara korban banjir Lebak (Dok. Tangkapan layar video)

Meski demikian, Cici dan warga lainnya masih menggantungkan harapan pada janji relokasi ke hunian tetap. Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait pembangunan tersebut.

“Kami hanya ingin kepastian, bukan janji-janji saja seperti orang tua ke anaknya yang bilang mau belikan mainan tapi tidak pernah dibelikan,” katanya.

Menurut Cici, enam tahun bukanlah waktu yang singkat bagi para korban banjir bandang. Kesabaran mereka terkikis, meski harapan belum sepenuhnya padam.

“Di balik dinding huntara yang rapuh ini, kami terus menunggu satu hal yang sederhana: bisa pulang ke rumah yang layak, aman, dan benar-benar bisa disebut rumah,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah tidak lagi mempermainkan warga dengan janji yang tak pasti.

“Kami butuh kepastian. Kami sudah bosan hidup di tenda huntara dengan segala kepalsuan omongan dari pemerintah,” tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More

6 Tahun Tinggal di Huntara, Warga Lebak Masih Tunggu Janji Huntap

18 Jan 2026, 20:29 WIBNews