Calon jemaah haji kloter 1 Jakarta Banten mulai berangkat ke Asrama Haji Cipondoh (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Lain lagi dengan Rohmat dan sang istri Masuah. Keduanya berusia 80 tahun. Mereka berhasil berangkat ke Tanah Suci tahun ini lantaran adanya kuota percepatan untuk calon jemaah lanjut usia.
Rohmat terlihat sumringah dan bugar saat di Bandara Soekarno-Hatta. Ia setia didampingi oleh sang istri berfoto ria untuk kenang-kenangan dan mengirim ke keluarga.
Menyandang tuna rungu, Rohmat menjadi petani di kebunnya sendiri sedari muda. Ia menanam sayur-mayur dan buah-buahan di lahannya sendiri kemudian menjualnya ke tetangga maupun pasar.
Tak seperti Nurin yang mengumpulkan uang hasil keringatnya sendiri, Rohmat dan Masuah nampaknya memetik buah dari hasil didikan dan pengasuhannya terhadap 4 anaknya. Mereka urunan untuk mendaftarkan keduanya haji sejak 2013 lalu.
"Dibayarin anak, alhamdulillah," kata Masuah.
Keempat anaknya, kata Masuah juga bersedia urunan untuk melunasi biaya pelunasan haji kedua orangtuanya tersebut. Meski bukan dari keluarga kaya, nampaknya perjuangan Rohmat sebagai ayah yang mencari nafkah untuk anak-anaknya ditengah kekurangannya membawa keberkahan.
"Semuanya diurus anak, ongkos juga dikasih, malah anak belum ada yang haji, makanya ditemani saudara aja karena kebetulan bareng," ungkapnya.
Ia berharap, terus diberi kesehatan selama berada di Tanah Suci, apalagi di tengah cuaca Arab Saudi yang suhunya mencapai 39 derajat celcius saat ini.
"Semoga bisa pulang lagi dengan selamat," katanya.