Comscore Tracker

Bed RS Rujukan COVID-19 di Banten sudah Terisi 60-83 Persen  

Ada 114 RS di Banten yang bisa tangani pasien COVID-19

Serang, IDN Times - Jumlah kasus positif corona atau COVID-19 di Provinsi Banten mengalami lonjakan. Hal itu berdampak pada ketersediaan bed (tempat tidur) di rumah sakit yang menangani pasien COVID-19.

Lantas saat ini berapa Bed Occupancy Ratio (BOR) atau persentase penggunaan tempat tidur di rumah sakit yang menangani pasien corona di Banten?

Baca Juga: Rekor, Banten Catat 137 Kasus Baru dalam 24 Jam

1. BOR RS rujukan COVID-19 capai 60-83 persen

Bed RS Rujukan COVID-19 di Banten sudah Terisi 60-83 Persen  Ilustrasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten persentase penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 di wilayahnya saat ini sudah mencapai sebesar 60 hingga 83 persen. Diketahui, ada sebanyak 114 rumah sakit di Banten yang menangani pasien positif corona.

"Saat ini BOR rumah sakit untuk melayani pasien COVID-19 bervariasi antara 60 sampai dengan 83 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Astuti saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

2. Penambahan kasus harian di Banten mencetak rekor baru

Bed RS Rujukan COVID-19 di Banten sudah Terisi 60-83 Persen  Ilustrasi rapid test (Istimewa)

Penambahan kasus positif corona di tanah Jawara pada tanggal 15 September 2020 kemarin mencetak rekor baru tambahan kasus paling banyak dalam sehari mencapai sebanyak 137 kasus. Total jumlah kasus di Banten sebanyak 3.633 kasus. Rinciannya, sebanyak 909 orang masih dirawat, sebanyak 2. 569 orang sembuh dan sebanyak 155 orang meninggal dunia.

"Ketika terjadi pelonjakan kasus, maka disaster plan RSUD Banten akan kembali menjadi RS khusus melayani COVID-19,"katanya.

3. Data pusat dan daerah diklaim sudah singkron

Bed RS Rujukan COVID-19 di Banten sudah Terisi 60-83 Persen  IDN Times/Khaerul Anwar

Terkait perbedaan data yang terjadi diawal pandemik COVID-19 pada bulan Maret sampai dengan Juli, dijelaskan Ati, karena data yang masuk ke Satuan Tugas Penanganan COVID-19 nasional belum dilakukan tracing domisili pasien.

"Namun sejak 1 Agustus, data yang ditayang pusat merupakan data hasil input dari masing-masing provinsi," katanya.

Baca Juga: Ironi Pandemik, Nakes Terus Berguguran Karena APD Minim dan Kelelahan

Topic:

  • Khaerul Anwar
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya