Prihatin, Kondisi Keluarga Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Cipularang

- Rouf, sopir truk terancam hukuman karena kecelakaan di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta.
- Kondisi ekonomi memaksa Rouf tinggal di rumah tak layak huni, putus sekolah dan anak-anaknya.
- Harapan Rouf bangkit sebagai sopir truk sirna setelah kecelakaan yang menewaskan 2 orang dan melukai puluhan lainnya.
Serang, IDN Times - Rouf (39), sopir truk terancam menghadapi proses hukum karena dituding menjadi penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat.
Rouf merupakan warga Kampung Seuat, Desa Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten. Akibat peristiwa itu, nasib istri dan anak-anaknya pun kini menjadi terlunta-lunta.
Rouf tinggal di sebuah rumah seluas 6x10 meter berdinding anyaman bambu peninggalan orangtua bersama istri dan kelima anaknya beserta adik dan kakak kandungnya yang kini terbaring sakit karena penyakit kanker.
1. Tinggal di rumah peninggalan orangtua karena keadaan ekonomi

Kakak Rouf, Uju (41) mengungkapkan, saat ini Rouf terpaksa harus tinggal di rumah peninggalan orangtua karena keadaan ekonomi yang memprihatinkan lantaran sempat tak memiliki pekerjaan tetap.
Kendati begitu, kata Uju, Rouf dikenal sebagai pribadi yang baik dan peduli kepada teman dan keluarganya lantaran kerap berbagi rezeki yang dimilikinya, meski serba kekurangan.
"Sebelumnya dia (Rouf) serabutan, sebelum jadi sopir dia ngerongsok. Dia tinggal di rumah ini, milik orangtua bareng adik saya sama kakak saya yang sakit kanker. Istrinya juga dibawa ke sini," kata Uju kepada wartawan, Kamis (14/11/2024).
2. Tak punya biaya membuat 2 anaknya putus sekolah

Disampaikan Uju, persoalan ekonomi yang menghimpit Rouf membuat anak ketiga dan keempatnya harus terpaksa putus sekolah karena tidak adanya biaya. Sementara anak pertama dan kedua hanya sampai di bangku SD.
Diketahui, selama menikah dengan Tunah (33), Rouf telah dikarunia 5 orang anak. Anak pertamanya kini berusia 16 tahun, anak kedua berusia 11 tahun, anak ketiga berusia 9 tahun, anak keempat berusia 7 tahun dan anak kelima yang masih berusia 4 tahun.
"Ini anaknya aja harus putus sekolah karena enggak punya biaya, cuma anak pertama dan kedua yang sekolah, itu juga cuma sampai lulus SD. Anak-anaknya enggak pada sekolah," katanya.
3. Baru empat bulan bekerja malah terkena masalah

Uju mengatakan, secercah harapan memperbaiki kehidupan keluarga sempat muncul usai Rouf diterima bekerja sebagai sopir truk ekspedisi di sebuah perusahaan kertas terbesar di Banten sejak 4 bulan lalu.
Namun, lanjut Uju, insiden kecelakaan di Tol Cipularang KM 92 seketika membuat harapan itu sirna. Pasalnya, Rouf bukan saja terancam dipecat dari tempatnya bekerja, namun juga terancam hukuman penjara apabila dinyatakan bersalah atas kecelakaan tersebut.
"Itu dia baru bangkit, baru kerja lagi. Eh udah ada kejadian kayak begini, masya Allah, perihnya karena kami orang enggak punya," ungkap Uju.
Kini, Uju bukan hanya memikirkan nasib yang menimpa adiknya usai dituding sebagai penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92. Namun juga memikirkan nasib keponakannya apabila Rouf harus dihukum penjara.
"Kalau dia (Rouf) di itu (penjara), nanti anaknya siapa yang mau ngasih makan? Walaupun banyak suadaranya kan pada susah-susah, pas-pasan. Saya ngomong apa adanya, enggak diumpet-umpetin," katanya.
Uju mengakui, pihak keluarga sampai saat ini belum mengetahui pasti kondisi keadaan Rouf karena tidak berkomunikasi apalagi untuk bertemu langsung. Mereka tidak punya biaya untuk pergi ke Purwakarta.
Untuk itu, ia pun berharap agar persoalan yang menjerat adiknya segera selesai sehingga bisa kembali pulang untuk berkumpul bersama keluarganya.
"Mau banget (ketemu Rouf), pengen dipeluk adik saya, mau liat keadaan adik saya. Kita enggak punya biaya buat ke sana (Purwakarta), istrinya Rouf HP aja ga punya," katanya.
4. Kecelakaan terjadi karena rem truk blong

Rouf merupakan sopir truk yang menabrak belasan kendaraan di Tol Cipularang pada 11 November 2024. Dalam insiden itu, dua orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham, kecelakaan terjadi karena kendaraan truk mengalami rem blong setelah nekat melaju dengan muatan di atas batas rata-rata. Alhasil truk melanju kencang di turunkan menyebabkan tabrakan beruntun karena di depannya banyak kendaraan lain yang terkena kemacetan.
"Rem blong karena bermuatan cukup banyak, cukup berat. Sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya, kemudian terjadilah tabrakan beruntun dengan kendaraan lainnya," kata dia.



















