Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuasa Hukum Membantah Kades Kohod Kabur, Ada di Rumah
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Tangerang, IDN Times - Kuasa hukum Kepala Desa Kohod Arsin bin Asip, Yunihar, membantah kliennya kabur selama proses penyidikan soal SHGB dan SHM laut. Diketahui, sebelumnya santer terdengar bahwa Kades Arsin sempat kabur ke luar negeri untuk menghindari pemeriksaan instansi penegak hukum.

"Bahwa tidak benar klien kami kabur ke luar negeri ataupun menghilang. Faktanya klien kami selalu berada dan tinggal di Desa Kohod sebagaimana tempat tinggalnya saat ini," kata Yunihar, Sabtu (15/2/2025).

1. Kades Arsin jarang ke kantor desa demi kondusivitas

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Yunihar mengungkapkan, kliennya memang jarang terlihat keluar rumah maupun ke Kantor Desa Kohod, lantaran menjaga kondusivitas di wilayah tersebut.

"Karena masyarakat di Desa Kohod yang saat ini ada dua paksi, paksi pendukung dan paksi yang menolak," jelasnya.

2. Arsin tak ada saat penggeledahan Bareskrim lantaran tengah ada urusan

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sementara itu, Kades Arsin tidak ada di kediamannya saat penggeledahan Bareskrim Mabes Polri. Lantaran tengah ada urusan di luar rumah sejak pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB di wilayah Tangerang.

"Kemudian besok harinya kami baru berkomunikasi kembali, ketika kami jelaskan ada penggeledahan ya bapak, kalaupun beliau saat itu ada pasti beliau hadir dan menyaksikan penggeledahan. Tapi sayangnya beiau pada saat itu tidak ada di rumah," ungkapnya.

3. Kades Arsin juga menjelaskan soal Rubicon miliknya

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Selain itu, Yunihar juga menjelaskan terkait isu yang beredar mengenai kliennya yang memiliki gaya hidup mewah seperti memiliki mobil mewah Rubicon dan Honda Civic. Ia mengungkapkan, Rubicon milik Kades Arsin diperoleh sejak tahun 2012 dengan cara kredit atau menyicil hingga kini.

"Dan itu bisa dibuktikan saat pembuktian bisa kami perlihatkan," ungkapnya.

Kemudian, kekayaan yang disebut-sebut di media sosial terkait Kades Arsin, terlalu dilebihkan. Pasalnya, jika dilihat dari kepemilikan Honda Civic merupakan hal yang wajar. 

"Cuma jadi pertanyaan bagaimana memperoleh mobil tersebut dipastikan beliau didapatkan dengan cara yang halal, cara yang baik dan tidak ada hal yang melanggar hukum," jelasnya.

4. Arsin juga mengaku kena mental saat diserang di media sosial

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sementara itu, Yunihar juga mengaku kliennya sempat 'kena mental' saat diserang di media sosial usai viralnya pagar laut di wilayah Kabupaten Tangerang. Hal tersebut, kata Yunihar merupakan hal yang wajar sebagai manusia biasa.

"Di saat tekanan sana sini permasalahan sebelumnya belum pernah dirasakan kemudian datang. Belum lagi medsos menyerang juga dari segala penjuru. Tentu itu berefek kepada psikis beliau. Namun kalau terlihat begini, bapak ibu bisa lihat kondisi tidak bugar seperti biasanya," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article