Maut di Pamulang, Ibu Korban Pengeroyokan: Anak Saya Salah Apa?

Tangerang Selatan, IDN Times - Seperti kebanyakan pemuda 18 tahun pada umumnya, Muhamad Irfan Hakim alias Ivan kumpul menghabiskan Sabtu malam nongkrong bersama kawan-kawannya di sekitar rumahnya, yang terletak di Perumahan Benda Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).
"Sekitar setengah satu sempat pulang dia," kata Ibunya, Ola, 53 tahun saat bercerita bersama suaminya Muhamad Iqbal, 53 tahun, Selasa (26/7/2022).
"Kok ga jadi, Van? 'ini mau ngambil handphone ketinggalan' kata anak saya," kata Ola, mengutip percakapannya dengan Ivan, di malam nahas itu.
Tak lama berselang kepergian Ivan dari rumahnya, Minggu dini hari (24/7/2022), sekelompok remaja kemudian menyerangnya.
Ivan dinyatakan tewas pada subuh hari dengan luka benda tumpul di sekujur tubuh dan luka benda tajam di bagian lehernya. Polisi sudah menangkap tiga pelaku.
1. Mimpi Ivan bisa kuliah tahun ini

Ayah Ivan, Muhamad Iqbal seharian hingga malam di Sabtu (23/7/2022) itu sibuk sehingga tak sempat berjumpa dengan anaknya. "Saya seharian gak ketemu dia saat itu, saya ngojek," kata Iqbal yang berprofesi sebagai driver ojek online.
Hari itu, Iqbal bekerja sebagai ojol hingga tengah malam. Tak ada rasa khawatir bahkan cemas di benaknya pada hari kejadian itu.
"Kebetulan sering juga Ivan biasa teman sekolahnya kumpul malam Minggu dan mereka kumpulnya sekitar kompleks, engga ke mana-mana, sekitar sini, ga jauh. Kalaupun pulang biasa jam 12, atau menjelang subuh deh dia pulang," kata Iqbal.
Iqbal masih ingat jelas, keinginan anaknya yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Tangsel tahun ini, untuk melanjutkan kuliah.
Ivan semestinya daftar perguruan tinggi Selasa (26/7/2022) ini. Semestinya, beberapa bulan ke depan, Ivan sudah berkuliah di Universitas Pamulang (Unpam) yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.
"Saya sudah kasih duit ke dia buat daftar kuliah. Kata dia 'entar aja Pah tanggal 26 terakhir' katanya. Terus, dia udah ada yang mau kasih kerjaan untuk bantu bayar kuliahnya sendiri kemarin di tanggal 25 Juli," kata Iqbal.
"Anak saya meninggal. Urusan duniawinya setop di tanggal 24," sahut Ola, tersedu sedan.
2. Polisi tangkap 3 pelaku

Kepolisian Resor (Polres) Tangsel sudah menerima pelimpahan berkas kasus pengeroyokan Ivan. Korban tak berdaya dikeroyok tiga anak yang masih di bawah umur, yakni D (16), ROR (17) dan MSA (14) di Jalan Pamulang II, Benda Baru, Pamulang, Tangsel. Ketiga pelaku kini sudah diamankan oleh Polres Tangsel.
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu menjelaskan, kronologi pengeroyokan terjadi saat korban yang sedang berjalan berpapasan dengan pelaku dan langsung dikejar.
Korban yang dikejar, kemudian terjatuh dan langsung dikeroyok oleh pelaku. Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. "Ada yang memukul pakai stik golf, lalu bambu, hingga yang terakhir membacok atau melukai leher korban pakai besi yang dimodifikasi seperti celurit," ujar Sarly dalam keterangannya, Selasa (26/7/2022).
Di saat korban berlumuran darah dan tak berdaya, para pelaku melarikan diri. Warga yang melihat korban sudah berlumuran darah, langsung membawanya ke RSU Tangsel.
"Namun, sesampainya di RSUD, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi, akibat luka di bagian lehernya cukup dalam dan mengakitbarkan pendarahan," ungkapnya.
Saya ingin ketemu pelaku, saya ingin tahu, anak saya salah apa?

Di hari Minggu subuh itu, Ola mengungkap, polisi mendatangi rumahnya. Kala itu, dia pun kebingungan karena Ivan, anaknya belum juga pulang Subuh itu.
"Pak ini orangtuanya? Iyah kata saya ini Ivan ada di rumah sakit di UGD, ada apa? Kata saya. Ke sana aja dokter yang tahu. Pas sampai sana, kondisinya sudah meninggal," kata Ola.
Pihak keluarga hingga kini belum tahu pasti kejadian tersebut, namun berdasar keterangan para temannya yang melihat kejadian tersebut, para pelaku berjumlah sembilan orang. Ivan mengalami luka tebasan di bagian leher yang diduga mengakhiri hidupnya.
"Saya lihat ada memar di leher mungkin benda tumpul, setelah dikeroyok dia sempat jalan ke arah teman-temannya hingga gontai dan jatuh," kata Ola.
Hingga kini, Iqbal dan Ola masih tak percaya bungsu dari dua anaknya meninggal dunia. "Saya pengen ini ketemu sama pelaku, saya pengen tahu, anak saya salah apa?" kata Ola dengan lirih.



















