Aksi Borong Partai di Pilgub Banten Dinilai Bikin Demokrasi Gak Sehat

Serang, IDN Times - Pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Banten, Andra Soni-Dimyati Natakusumah menunjukkan indikasi "memborong" partai untuk maju dalam Pilgub Banten 2024. Hal itu dinilai bakal membuat demokrasi gak sehat.
Indikasi itu semakin menguat setelah pasangan calon Andra-Dimyati didukung Gerindra, PKS, Partai NasDem, PSI, PAN hingga PPP.
"Saya melihat ini (upaya memborong partai politik) sebagai usaha penjegalan terhadap figure lainnya untuk maju dalam Pilgub Banten," kata pengamat politik dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Karyono Wibowo pada Selasa (16/7/2024).
1. Cara tersebut bikin demokrasi di Banten enggak sehat

Dengan adanya upaya penjegalan tadi, lanjutnya, sama saja membuat demokrasi di Banten tidak sehat. "Sama saja mengangkangi demokrasi," ucapnya.
Dia pun yakin, anggapan ini tentu akan dibantah apabila ditanyakan kepada calon yang akan mempraktikan cara tersebut. "Tentu kalau ditanya mereka akan menolak kalau ini dikatakan upaya penjegalan. Tapi saya sih melihatnya ada upaya ke arah sana ya, agar kandidat lain tidak maju," kata dia.
2. Jadi indikasi upaya penjegalan terhadap kandidat yang miliki popularitas

Alasan lain yang menguatkan pendapatnya, kata Karyono, upaya penjegalan itu muncul karena ada kekhawatiran terhadap popularitas dan elektabilitas kandidat lain yang lebih moncer.
"Ini belum lagi kalau kita bicara soal succes story, rekam jejak dan lain sebagainya," ungkapnya.
3. Pilkada di Banten harus menghindari kotak kosong

Karyono mengatakan, memang secara regulasi kotak kosong tidak dilarang dalam pilkada. Namun, lanjutnya, alangkah lebih baik kalau dalam pesta demokrasi di Banten menghindarkan kotak kosong.
"Supaya proses demokrasi lebih hidup lagi," ungkapnya.

















