Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aksi Borong Partai di Pilgub Banten Dinilai Bikin Demokrasi Gak Sehat

Aksi Borong Partai di Pilgub Banten Dinilai Bikin Demokrasi Gak Sehat
Ilustrasi calon kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Serang, IDN Times - Pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Banten, Andra Soni-Dimyati Natakusumah menunjukkan indikasi "memborong" partai untuk maju dalam Pilgub Banten 2024. Hal itu dinilai bakal membuat demokrasi gak sehat. 

Indikasi itu semakin menguat setelah pasangan calon Andra-Dimyati didukung Gerindra, PKS, Partai NasDem, PSI, PAN hingga PPP. 

"Saya melihat ini (upaya memborong partai politik) sebagai usaha penjegalan terhadap figure lainnya untuk maju dalam Pilgub Banten," kata pengamat politik dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Karyono Wibowo pada Selasa (16/7/2024).

1. Cara tersebut bikin demokrasi di Banten enggak sehat

Ilustrasi demokrasi (unsplash.com/ Edwin Andrade)
Ilustrasi demokrasi (unsplash.com/ Edwin Andrade)

Dengan adanya upaya penjegalan tadi, lanjutnya, sama saja membuat demokrasi di Banten tidak sehat. "Sama saja mengangkangi demokrasi," ucapnya.

Dia pun yakin, anggapan ini tentu akan dibantah apabila ditanyakan kepada calon yang akan mempraktikan cara tersebut. "Tentu kalau ditanya mereka akan menolak kalau ini dikatakan upaya penjegalan. Tapi saya sih melihatnya ada upaya ke arah sana ya, agar kandidat lain tidak maju," kata dia.

2. Jadi indikasi upaya penjegalan terhadap kandidat yang miliki popularitas

Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Alasan lain yang menguatkan pendapatnya, kata Karyono, upaya penjegalan itu muncul karena ada kekhawatiran terhadap popularitas dan elektabilitas kandidat lain yang lebih moncer.

"Ini belum lagi kalau kita bicara soal succes story, rekam jejak dan lain sebagainya," ungkapnya.

3. Pilkada di Banten harus menghindari kotak kosong

Ilustrasi pemilu. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Ilustrasi pemilu. (IDN Times/Mhd Saifullah)

Karyono mengatakan, memang secara regulasi kotak kosong tidak dilarang dalam pilkada. Namun, lanjutnya, alangkah lebih baik kalau dalam pesta demokrasi di Banten menghindarkan kotak kosong.

"Supaya proses demokrasi lebih hidup lagi," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal
Follow Us

Latest News Banten

See More

Antisipasi Zat Berbahaya, Dinkes Kota Tangerang Uji Sampel Takjil

24 Feb 2026, 09:33 WIBNews