Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Antisipasi Zat Berbahaya, Dinkes Kota Tangerang Uji Sampel Takjil

Antisipasi Zat Berbahaya, Dinkes Kota Tangerang Uji Sampel Takjil
ilustrasi takjil (vecteezy.com/Bigc Studio)
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan pemeriksaan takjil di pasar tradisional selama tiga hari untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya selama Ramadan.
  • Sampel makanan seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, dan kue basah diuji langsung oleh petugas guna mendeteksi kandungan zat berbahaya yang dilarang dalam makanan.
  • Pedagang yang hasil uji sampelnya aman akan mendapat label khusus dari Pemkot Tangerang, sementara masyarakat diimbau lebih cerdas memilih takjil dengan memperhatikan warna dan bahan yang digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggelar pemeriksaan takjil di pasar-pasar tradisional untuk memastikan tidak ada pedagang menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya selama Ramadan ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan, pemeriksaan dilaksanakan selama tiga hari.

Pada kegiatan perdana, petugas Dinkes memeriksa sampel takjil di Pasar Lama. Beberapa takjil yang menjadi sasaran pengambilan sampel seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok.

Sampel tersebut kemudian diuji oleh petugas secara langsung untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan dalam makanan. “Fokus kami pada makanan yang warnanya terlalu mencolok, karena berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan,” kata Dini, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (24/2/2026).

1. Warga, hindari takjil yang berwarna yang mencolok ya

Takjil
ilustrasi takjil (vecteezy.com/Seftian Anderson)

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, tim tidak langsung menindak pedagangnya, Petugas akan membina dan mengawasi terus pedagang dan jualannya. Selain itu, pedagang akan diberi informasi serta diarahkan agar mengganti sumber bahan baku yang aman.

Selain pengujian, Pemkot Tangerang juga menyiapkan label khusus bagi pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan aman. Label tersebut diharapkan menjadi penanda bagi masyarakat bahwa takjil yang dijual telah melalui pemeriksaan laboratorium.

“Dengan adanya label ini, masyarakat bisa merasa lebih tenang saat membeli takjil,” ujarnya.

Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih makanan berbuka puasa demi kesehatan dan tak mudah tertarik dengan warna mencolok. "Warga diminta berhati-hati terhadap jajanan dengan warna mencolok serta tidak ragu bertanya kepada pedagang mengenai bahan yang digunakan," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More