Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada Nyeri Pinggang Disertai Mual-Muntah, Bisa Tanda Batu Ginjal!

Waspada Nyeri Pinggang Disertai Mual-Muntah, Bisa Tanda Batu Ginjal!
Ponco Birowo, Dokter Spesialis Urologi Konsultan di RS Mandaya Royal Puri Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Batu ginjal ditandai nyeri pinggang hebat, mual-muntah, urine merah, dan gangguan berkemih; pemeriksaan dini penting sebelum batu membesar agar penanganan lebih mudah.
  • Penyebab utama batu ginjal meliputi kurang minum air putih, konsumsi makanan asin dan jeroan, obesitas, serta faktor genetik; pencegahan dilakukan dengan menjaga pola makan dan hidrasi cukup.
  • RS Mandaya Royal Puri Tangerang gunakan robot Zamenix asal Korea Selatan untuk menghancurkan batu ginjal tanpa sayatan, menjadikannya rumah sakit pertama di Asia Tenggara dengan teknologi ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang, IDN Times - Batu ginjal merupakan salah satu jenis gangguan pada organ ginjal di mana terbentuknya endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang menumpuk. Batu ginjal bisa menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan tajam pada pinggang dan terasa menjalar hingga ke selangkangan.

Ponco Birowo, Dokter Spesialis Urologi Konsultan di RS Mandaya Royal Puri Tangerang mengungkapkan, terdapat beberapa tanda-tanda lain adanya batu ginjal yang menjadi khas, seperti urine berwarna merah, kencing berpasir, mual muntah, gangguan berkemih sampai demam, harus segera periksakan diri ke rumah sakit.

"Bisa jadi tidak ada gejala bila batu ginjal tidak berada di saluran, tidak mengganggu urine. Jadi harus check up sebelum ukuran batu lebih membesar, karena akan berbeda lagi penanganannya," ujar Ponco.

1. Ini penyebab batu ginjal pada manusia

Ponco Birowo, Dokter Spesialis Urologi Konsultan di RS Mandaya Royal Puri Tangerang
Ponco Birowo, Dokter Spesialis Urologi Konsultan di RS Mandaya Royal Puri Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ponco mengungkapkan, banyak faktor yang menjadi penyebab batu ginjal pada manusia, di antaranya yakni mulai dari kurang minum air putih, sering mengonsumsi makanan asin seperti ikan asin, telur asin dan juga sering makan jeroan, dan obesitas.

"Terakhir, penyebabnya karena nasib. Genetik juga mempengaruhi seseorang terkena batu ginjal," ungkapnya.

2. Bagaimana mencegahnya?

Ponco Birowo, Dokter Spesialis Urologi Konsultan di RS Mandaya Royal Puri Tangerang
Ponco Birowo, Dokter Spesialis Urologi Konsultan di RS Mandaya Royal Puri Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ponco menegaskan, pencegahan batu ginjal bisa dilakukan dengan meminimalisir faktor resiko yang menyebabkan terbentuknya batu pada ginjal, yakni menghindari makanan asin, perbanyak minum air putih, menghindari jeroan, hingga menurunkan berat badan.

Ponco menyarankan, harus minum 2 sampai 2,5 liter air putih per hari. Kalaupun pada hari itu cuaca panas, banyak aktivitas dan berolahraga, maka perhatikan asupan cairan tubuh.

"Perhatikan warna urine, kalau masih keruh berarti asupan air putihnya kurang. Jaga juga asupan makan, terutama pada saat lagi diet," katanya.

3. Berbagai macam intervensi dilakukan untuk keluarkan batu ginjal, salah satunya dengan robot medis

Fasilitas robot Zemenix untuk penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Mandaya Puri Tangerang
Fasilitas robot Zemenix untuk penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Mandaya Puri Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ponco menjelaskan, terdapat berbagai penanganan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengeluarkan batu ginjal dari tubuh pasien, mulai dari yang invasif seperti operasi terbuka, laparoscopic lithotomy, PCNL (nefrolitotomi perkutan) dan yang tidak atau minimal invasif seperti endourologi (RIRS, URS), gelombang kejut, hingga dengan robotik.

"Setiap intervensi memiliki risiko masing-masing, untuk yang invasif seperti operasi terbuka biasanya terdapat luka sayatan 20 cm dan proses penyembuhan cukup lama karena banyak otot yang harus disayat, sedangkan yang non invasif bisa 1-2 hari saja observasi karena tidak ada luka sayatan sama sekali," katanya.

Penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri sendiri dilakukan dengan menggunakan robot Zamenix, yakni teknologi robot yang dibawa dari Korea Selatan, dengan lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal dan mengangkatnya secara langsung tanpa luka sayatan.

"Lengan fleksibel ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi batu hingga ke area yang sulit dijangkau, menembakkan laser Thulium untuk memecah batu ginjal berukuran besar sekalipun menjadi fragmen halus, serta mengangkat sisa pecahan batu,"kata Ponco.

Dalam prosedurnya, lengan robot ini dimasukkan melalui saluran kemih hingga ke ginjal, sehingga dokter tidak perlu membuat sayatan. Seluruh proses dikendalikan langsung oleh tim dokter urologi melalui cockpit controller khusus yang menggerakkan lengan robotnya, dengan pemantauan real-time melalui monitor sehingga setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih presisi, aman, dan terkontrol.

Public Relation Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto menambahkan, penanganan batu ginjal dengan teknologi robot Zamenix menjadikan Mandaya sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki teknologi ini.

"Kami terus memperkuat penanganan sebagai pusat layanan ginjal dan prostat yang komprehensif di Indonesia. Sehingga teknologi ini menjadikan kami sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memilikinya," ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Banten

See More