Fasilitas robot Zemenix untuk penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Mandaya Puri Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Ponco menjelaskan, terdapat berbagai penanganan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengeluarkan batu ginjal dari tubuh pasien, mulai dari yang invasif seperti operasi terbuka, laparoscopic lithotomy, PCNL (nefrolitotomi perkutan) dan yang tidak atau minimal invasif seperti endourologi (RIRS, URS), gelombang kejut, hingga dengan robotik.
"Setiap intervensi memiliki risiko masing-masing, untuk yang invasif seperti operasi terbuka biasanya terdapat luka sayatan 20 cm dan proses penyembuhan cukup lama karena banyak otot yang harus disayat, sedangkan yang non invasif bisa 1-2 hari saja observasi karena tidak ada luka sayatan sama sekali," katanya.
Penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri sendiri dilakukan dengan menggunakan robot Zamenix, yakni teknologi robot yang dibawa dari Korea Selatan, dengan lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal dan mengangkatnya secara langsung tanpa luka sayatan.
"Lengan fleksibel ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi batu hingga ke area yang sulit dijangkau, menembakkan laser Thulium untuk memecah batu ginjal berukuran besar sekalipun menjadi fragmen halus, serta mengangkat sisa pecahan batu,"kata Ponco.
Dalam prosedurnya, lengan robot ini dimasukkan melalui saluran kemih hingga ke ginjal, sehingga dokter tidak perlu membuat sayatan. Seluruh proses dikendalikan langsung oleh tim dokter urologi melalui cockpit controller khusus yang menggerakkan lengan robotnya, dengan pemantauan real-time melalui monitor sehingga setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih presisi, aman, dan terkontrol.
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto menambahkan, penanganan batu ginjal dengan teknologi robot Zamenix menjadikan Mandaya sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki teknologi ini.
"Kami terus memperkuat penanganan sebagai pusat layanan ginjal dan prostat yang komprehensif di Indonesia. Sehingga teknologi ini menjadikan kami sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memilikinya," ujarnya.