Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus bebas dari segala bentuk kekerasan. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak.
"Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari kekerasan, baik fisik, verbal, psikologis, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya," tegas Intan.
Ia menyebut kekerasan terhadap anak bukanlah persoalan sepele. Bentakan, ejekan, kata-kata yang merendahkan, hingga perundungan dapat meninggalkan luka psikologis yang membekas dan memengaruhi tumbuh kembang anak.
Karena itu, menurutnya, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi positif, kesabaran, dan keteladanan harus menjadi budaya dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan usia dini.
"Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu, saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis guru PAUD dan TK dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhannya. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
"Kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya," jelasnya.
Intan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Ia pun mengajak seluruh guru PAUD dan TK untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak layaknya rumah kedua bagi anak.
"Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, serta bimbingan penuh kasih sayang, maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," pungkasnya.