Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemkot Tangsel Rapat Darurat Sampah, Camat Pondok Aren Disorot

Pemkot Tangsel Rapat Darurat Sampah, Camat Pondok Aren dan Jajarannya Disorot karena pilih ke Bandung (Dok. IDN Times/Juno)
Pemkot Tangsel Rapat Darurat Sampah, Camat Pondok Aren dan Jajarannya Disorot karena pilih ke Bandung (Dok. IDN Times/Juno)
Intinya sih...
  • Pemkot Tangsel menggelar rapat darurat sampah
  • Camat Pondok Aren absen dalam rapat strategis
  • Pengamat: Absennya camat berpotensi melemahkan pesan kedaruratan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah berada dalam situasi darurat sampah. Di tengah kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah untuk menyatukan langkah penanganan sampah dari hulu hingga hilir.

Rapat ini digelar sebagai forum strategis untuk memastikan seluruh wilayah bergerak serempak dalam menghadapi persoalan sampah yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Camat dan lurah diminta hadir langsung karena mereka menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Namun, di tengah urgensi itu, jajaran Kecamatan Pondok Aren justru tidak hadi rapat dan memilih diwakilkan karena tengah melakukan perjalanan ke Bandung. Ketidakhadiran tersebut dinilai kontras dengan semangat kedaruratan yang sedang dibangun Pemkot Tangsel. Terlebih, rapat tersebut membahas kebijakan teknis dan penegakan aturan yang membutuhkan keterlibatan langsung pimpinan wilayah.

Saat dikonfirmasi, Camat Pondok Aren Hendra membenarkan ketidakhadirannya. Ia menyebutkan kehadiran Kecamatan Pondok Aren diwakili oleh pejabat lain.

“Lurah diwakili sekel (sekretaris lurah). Saya diwakili kasipem dan staf kasi PM,” tulis Hendra melalui pesan singkat, Jumat (9/1/2025).

2. Agenda Camat dan Lurah Pondok Aren untuk kebersamaan

Sampah Menumpuk di Ciputat, Beredar Kabar TPA Cipeucang Ditutup (Dok. IDN Times/Mbah)
Sampah Menumpuk di Ciputat, Beredar Kabar TPA Cipeucang Ditutup (Dok. IDN Times/Mbah)

Ia menyebut, kegiatan tersebut sebagai agenda kebersamaan dan menilai kondisi sampah di wilayahnya masih relatif terkendali.

“Iya agenda kebersamaan karena kami teamwork harus ada agenda seperti ini. Darurat sampah insya Allah tetap berjalan, kami pergi cuma sehari,” ujarnya.

Hendra juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah. “Ini patungan, bukan dari APBD. Tidurnya juga di camping tenda,” tambahnya.

2. Pilar menyebut peran camat penting dalam penyelesaian darurat sampah

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Meski demikian, pernyataan itu dinilai tidak sejalan dengan kondisi objektif Kota Tangsel yang saat ini berstatus darurat sampah. Dalam situasi krisis, kehadiran langsung camat dan lurah dianggap penting untuk menunjukkan kepemimpinan, memastikan instruksi dijalankan, serta memberi contoh kepada jajaran di bawahnya hingga tingkat RW.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan, bahwa darurat sampah harus dimaknai sebagai momentum perubahan menyeluruh, bukan sekadar rutinitas administratif.

Ia menekankan, peran sentral camat dan lurah dalam memastikan setiap kelurahan memiliki TPS 3R yang aktif, bank sampah berjalan di tingkat RW, serta perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah organik.

“Ini momentum darurat sampah di Tangerang Selatan yang harus dimaknai sebagai kerja keras untuk perubahan seluruhnya,” tegas Pilar.

Pilar juga menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap pelanggaran peraturan daerah. Penindakan terhadap warga maupun pedagang yang membuang sampah sembarangan harus dilakukan tegas, termasuk penerapan denda hingga tindak pidana ringan (tipiring).

“Saya sudah tidak mau ada lagi yang kita kompromikan terkait masalah itu,” kata Pilar.

3. Camat Pondok Aren absen, pengamat: ini berpotensi melemahkan pesan kedaruratan yang dibangun Pemkot Tangsel

Pemkot Tangsel Rapat Darurat Sampah, Camat Pondok Aren dan Jajarannya Disorot karena pilih ke Bandung (Dok. IDN Times/Juno)
Pemkot Tangsel Rapat Darurat Sampah, Camat Pondok Aren dan Jajarannya Disorot karena pilih ke Bandung (Dok. IDN Times/Juno)

Pengamat kebijakan publik dari Research Public Policy & Human Rights (Rights), Anita M menilai, absennya camat dan lurah Pondok Aren dalam rapat strategis tersebut berpotensi melemahkan pesan kedaruratan yang ingin dibangun pemerintah daerah.

“Camat dan lurah itu bukan sekadar pejabat administratif. Mereka adalah penggerak utama kebijakan di wilayah. Ketidakhadiran dalam forum strategis seperti ini bisa mengirimkan pesan keliru kepada jajaran di bawahnya,” ujar Anita.

Ia menilai, dalam situasi krisis lingkungan, kehadiran pimpinan wilayah tidak bisa sepenuhnya diwakilkan. “Darurat sampah membutuhkan kepemimpinan yang hadir, responsif, dan memberi teladan langsung,” ungkapnya.

Ketidakhadiran jajaran Kecamatan Pondok Aren pun memunculkan pertanyaan publik terkait sense of crisis aparatur wilayah, di saat pimpinan daerah menuntut fokus penuh dan kerja ekstra untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Hujan Ringan Dominasi Cuaca Banten Sepekan ke Depan, 12-18 Januari 2026

12 Jan 2026, 09:20 WIBNews