Ramadan, Petani Jiput Pandeglang Pasok 3 Ton Timun Suri ke Jakarta

- Petani di Kecamatan Jiput, Pandeglang, memasok sekitar tiga ton timun suri per hari ke Jakarta selama Ramadan 1447 H, menjadikannya komoditas andalan ekonomi lokal.
- Harga jual timun suri berkisar Rp4.000–Rp5.000 per kilogram, dengan keuntungan petani mencapai belasan juta rupiah dari hasil panen yang dilakukan sejak awal puasa hingga lebaran.
- Panen tahun 2026 dinilai sukses berkat curah hujan cukup dan permintaan tinggi; timun suri Jiput dikenal unggul karena rasa pulen, aroma harum, serta daging buah tebal.
Pandeglang, IDN Times – Sejumlah petani di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang memasok sekitar 3 ton timun suri per hari ke wilayah DKI Jakarta selama Ramadan 1447 Hijriah. Komoditas musiman ini menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat.
Seorang bandar timun suri, Rohim mengatakan pasokan buah berwarna kuning keemasan itu rutin dikirim ke Jakarta setiap hari. “Kami sehari memasok timun suri ke Jakarta rata-rata mencapai tiga ton per hari,” kata Rohim, dilansir dari kantor ANTARA, 1 Maret 2026.
1. Timun suri menjadi andalan ekonomi saat Ramadan

Rohim menjelaskan, petani biasanya mulai menanam timun suri sekitar dua bulan sebelum Ramadan. Panen dilakukan sejak awal puasa hingga menjelang lebaran.
Ia menyebut, produksi timun suri dari empat petak sawah bisa mencapai sekitar satu ton. Dengan luasan tanam yang mencapai puluhan hektare, pasokan dari Jiput dinilai cukup besar.
Selama 14 tahun terakhir, Rohim mengaku rutin memasok timun suri ke sejumlah pasar di Jakarta, seperti Kebayoran, Palmerah, hingga Pasar Minggu. Ia membeli langsung dari petani dengan harga sekitar Rp4.000 per kilogram (kg).
2. Petani raup keuntungan

Petani timun suri, Sanukri, mengatakan panen tahun ini berasal dari masa tanam Desember 2025 dan dipanen pada Februari 2026, bertepatan dengan Ramadan.
Menurutnya, hasil panen dari lahan seluas 12 petak sawah diperkirakan mencapai tiga ton. Produksi tersebut dijual ke pengepul dengan harga Rp4.000–Rp5.000 per kg, tergantung ukuran buah. “Keuntungan dari budidaya timun suri ini sekitar Rp12 juta dari lahan 12 petak sawah,” ujarnya.
Ia berharap komoditas khas Ramadan tersebut terus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
3. Didukung cuaca dan permintaan tinggi

Petani lainnya, Emed, juga mengaku panen tahun 2026 tergolong baik. Kondisi ini didukung curah hujan yang cukup sejak Desember 2025 hingga awal Februari 2026. “Kami panen timun suri dan ditampung oleh pengepul untuk dipasok ke Tangerang dan Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Nuridawati mengatakan, petani di Jiput sudah terbiasa menanam timun suri menjelang Ramadan karena permintaannya tinggi.
Menurut dia, timun suri asal Jiput memiliki keunggulan dari segi rasa yang pulen, aroma harum, serta daging buah yang tebal. “Kami mengapresiasi petani Jiput setiap Ramadan sebagai penghasil timun suri terbesar di Pandeglang dan mampu memasok ke Jakarta,” ujarnya.

















