Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Banten Siapkan SMK Berbasis Industri di Serang
Proses belajar mengajar di SMK N 1 Klungkung. (Dok. IDN Times/istimewa)
  • Pemprov Banten menggagas proyek percontohan SMK berbasis industri di Serang untuk menekan pengangguran dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan melalui konsep link and match dengan dunia usaha.
  • Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 melakukan studi kelayakan serta menyiapkan program pendidikan karakter dan adaptasi budaya kerja industri bagi siswa agar siap menghadapi kebutuhan lapangan kerja nyata.
  • Jurusan SMK di kawasan industri dinilai belum sesuai kebutuhan perusahaan, sehingga direncanakan pembukaan jurusan baru seperti logistik, mekatronika, dan pemesinan guna memperkuat daya saing tenaga kerja Banten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan proyek percontohan SMK berbasis industri di kawasan Modern Cikande dan Sawah Luhur untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan serta menekan angka pengangguran.
  • Who?
    Program ini digagas oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
  • Where?
    Kegiatan difokuskan di dua lokasi, yaitu kawasan Modern Cikande di Kabupaten Serang dan Sawah Luhur di Kota Serang, Provinsi Banten.
  • When?
    Rencana program disampaikan pada Minggu, 17 Mei 2026, bersamaan dengan pelaksanaan studi kelayakan yang saat ini masih berlangsung.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, mengurangi pengangguran lulusan SMK, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di Banten.
  • How?
    Pemprov bekerja sama dengan yayasan melalui pola partnership dan kolaborasi; siswa akan dilatih karakter serta kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja industri sesuai jurusan yang relevan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan proyek percontohan sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis link and match dengan industri di kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang, dan Sawah Luhur, Kota Serang. Program itu digagas untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di Banten.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” kata Andra dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

1. Pendidikan vokasi dinilai cocok di Banten

Gubernur Banten Andra Soni dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Program tersebut digagas bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 yang saat ini tengah melakukan feasibility study atau studi kelayakan di dua lokasi tersebut. Kajian mencakup kondisi geografis, topografi, jumlah anak usia sekolah, keberadaan SMK di sekitar kawasan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Andra menilai konsep pendidikan vokasi yang diterapkan yayasan tersebut di sejumlah daerah dapat diterapkan di Banten. Menurut dia, posisi strategis Banten sebagai wilayah penyangga ibu kota sekaligus penghubung Pulau Jawa dan Sumatra menjadi potensi besar dalam pengembangan industri.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Banten, mulai dari skala kecil hingga besar.

"Karena itu, penguatan pendidikan vokasi dinilai penting agar lulusan SMK lebih mudah terserap ke dunia kerja," katanya.

2. Siswa akan dilatih adaptasi terhadap budaya kerja industri

Ilustrasi penerima beasiswa SMK Unggulan AMMAN. (dok. AMMAN)

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto mengatakan, pendidikan karakter menjadi program unggulan sekolah tersebut. Selain itu, siswa juga akan dibekali kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja industri.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” ujar Darwoto.

3. Saat ini SMK yang berada di wilayah industri tak mampu beradaptasi

ilustrasi pelajar SMK (pexels.com/Thành Đỗ)

Menurut dia, jurusan SMK di sekitar kawasan industri saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ia menilai sekolah masih didominasi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sementara industri di kawasan Modern Cikande dan Kasemen lebih membutuhkan tenaga kerja di bidang manufaktur dan pekerjaan logam.

Karena itu, ia mendorong pembukaan jurusan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, seperti manajemen logistik, teknik pengelasan, teknik mekatronika, dan teknik pemesinan.

Darwoto juga menjelaskan terdapat dua pola kerja sama yang dapat diterapkan antara yayasan dan pemerintah daerah, yakni partnership dan kolaborasi sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaludin mengatakan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah di sektor pendidikan, terutama terkait angka putus sekolah dan tingginya pengangguran lulusan SMK.

Menurut dia, penyesuaian jurusan dengan kebutuhan industri menjadi salah satu solusi agar lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih baik.

“Oleh karena itu, dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimistis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” katanya.

Editorial Team