Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Potret Sekolah di Ujung Banten, Mayoritas Siswanya Warga Jabar

Potret Sekolah di Ujung Banten, Mayoritas Siswanya Warga Jabar
IDN Times/Khaerul Anwar

Serang, IDN Times - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Curugbitung, Lebak, Banten menjadi salah satu sekolah yang terletak di perbatasan Provinsi Banten dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Meski letak sekolah ini berada di tengah hutan dan akses jalan sulit dilalui kendaraan, Namun, tetap diminati orangtua untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Curugbitung. Bahkan, sebagian besar siswanya berasal merupakan warga Jawa Barat.

1. Sebanyak 55 persen siswa merupakan warga Jawa Barat

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Kepala Sekolah SMKN I Curugbitung Sukarno mengatakan, pada tahun ajaran 2023-2024, ada sebanyak 380 orang siswa yang belajar di empat jurusan yang tersedia.

Keempat jurusan itu yakni agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, bisnis daring dan pemasaran, asisten keperawatan, dan bisnis daring dan pemasaran.

"Karena kita garda terdepan, terus keberadaan sekolah di hutan, siswanya ada dari wilayah lain (Jabar) kurang lebih 55 persen," kata Sukarno, Kamis (16/11/2023).

Ia mengaku tak bisa menolak ketika warga Jabar berminat mencari ilmu di sekolah tersebut. Sebab, semua anak bangsa memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan.

Hal itu dinilai wajar, pasalnya, SMKN 1  Curugbitung menjadi sekolah kejurunan negeri satu-satunya yang ada disekitar Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jabar.

"Di Jabar ada (sekolah) cuma punya trust kita banyak yang berminat ke sini, kalau saya tidak bisa menolak," katanya.

2. Meski di tengah hutan, fasilitas sekolah itu tak kalah dari sekolah di perkotaan

Siswa SMKN 1 Curugbitung, Lebak, Provinsi Banten. (IDN Times/Khaerul Anwar)
Siswa SMKN 1 Curugbitung, Lebak, Provinsi Banten. (IDN Times/Khaerul Anwar)

Meski berada di tengah hutan, namun, tak kalah dengan yang berada di perkotaan baik dari fasilitas dan sarana, kedisiplinan, prestasi, dan lulusan sangat kompetitif. Tak hanya siswa para guru pun bersemangat untuk mencerdaskan anak bangsa.

Bahkan, saat ini sejumlah sarana sedang dibangun seperti toilet, ruang praktik siswa, ruang UKS, laboratorium, ruang OSIS dan ruang bimbingan konseling.

Penambahan sarana dilakukan untuk menghasilkan lulusan kompetitif meski gedung sekolah berada di tengah hutan.

"Alhamdulillah, trust kita di sini semakin meningkat karena pola penyelenggaraan pendidikan kita adopsi dari sekolah besar. Dan disiplin kita terapkan," katanya.

3. Siswa terlihat semangat belajar, bahkan guru rela pulang pergi meski jauh dari rumah

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Salah satu siswi SMKN 1 Curugbitung mengatakan, ia bersekolah di Provinsi Banten merupakan keinginan sendiri. Selain dekat dari rumah, sekolah tersebut juga tersedia jurusan asisten perawat yang ia dambakan sehingga ia semangat mengikuti kegiatan belajar.

"Karena saya punya cita-cita perawat. Di sini ada jurusan itu di sekolah Jabar mungkin ada jurusan ini, tapi jauh," katanya.

Tak hanya siswa, gurunya pun turut semangat memberikan pelajaran meski menempuh jarak yang sangat jauh setiap harinya.

Yuliasari, misalnya, salah satu guru SMK dari Karawaci, Kota Tangerang. Meski demikian, dia tak pernah datang terlambat. Setiap hari, guru mata pelajaran IPAS itu pulang pergi harus menggunakan empat jenis moda transportasi, motor, KRL, angkot, dan ojek.

"Dari rumah berangkat 05.30 WIB naik motor, terus KRL dari stasiun Cisauk jam 06.00 WIB, sampai ke stasiun Tenjo 6.40 WIB, dari stasiun naik amgkot itu 30 menit. Sampai sini kurang lebih jam 7.10 WIB," kata Yulia.

Selain butuh tenaga, Yulia juga harus mengeluarkan biaya ongkos per hari pulang pergi mencapai Rp66.000. Meski butuh tenaga dan biaya, Yulia mengaku senang menjadi guru di tengah hutan dan di daerah perbatasan.

"Lebih banyak sukanya, jadi lebih beragam variasi ketemua anak," katanya.

4. Pemprov Banten tak mempermasalahkan warga Jabar yang sekolah di SMK Curugbitung

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani tidak mempermasalahkan ada warga luar Banten yang bersekolah di SMKN 1 Curugbitung. Ia dapat memaklumi karena sekolah untuk tingkatan itu cukup jauh di sekitar Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jabar.

"Kan mereka juga anak bangsa yang perlu dapat perhatian," katanya.

Bahkan, Tabrani memastikan pihak sekolah tidak menganaktirikan bahkan mem-bully warga Jabar yang menjalani pendidikan di SMKN Curugbitung. Malah mereka terlihat senang dan semangat mengikuti belajar.

"Saya cek tidak ada terintimidasi, apalagi bullying bahkan mereka bahagia dan gembira," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Pemkab Serang Siapkan Pendampingan Psikologi untuk Korban Pelecehan

08 Apr 2026, 16:30 WIBNews