Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sampah Menggunung, Pengadaan Barang Bidang Kebersihan DLH Tangsel Disorot

Sampah Menumpuk, Pemkot Tangsel Tutup Pakai Terpal (Dok. Pemkot Tangsel)
Sampah Menumpuk, Pemkot Tangsel Tutup Pakai Terpal (Dok. Pemkot Tangsel)
Intinya sih...
  • Belanja barang di Bidang Kebersihan DLH Tangsel pada tahun 2025 mencakup berbagai item, termasuk kendaraan bermotor roda tiga dan pembangunan rumah kompos.
  • Kepala DLH Tangsel mengakui bahwa pelaksanaan program kebersihan tidak optimal di 2025, meskipun anggaran yang dialokasikan besar.
  • Anggaran pengadaan barang di bidang kebersihan sepanjang tahun 2025 dinilai belum berdampak signifikan terhadap persoalan sampah di Kota Tangsel.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Besarnya anggaran pengadaan barang di bidang kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sepanjang tahun anggaran 2025 kini menjadi sorotan. Sebab, total anggaran mencapai lebih dari Rp22,3 miliar itu dinilai belum berdampak signifikan terhadap persoalan sampah di kota penyangga Ibu Kota tersebut.

Berdasarkan penelusuran, tercatat sedikitnya 1.007 paket pengadaan barang yang berkaitan dengan bidang kebersihan DLH Tangsel.

1. Ini beberapa belanja di Bidang Kebersihan DLH Tangsel pada tahun 2025

ilustrasi anggaran
ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasar data dari laman resmi pengadaan Inaproc, pengadaan pada Bidang Kebersihan saja diantaranya meliputi berbagai item, mulai dari belanja tutup lubang biopori senilai Rp175,9 juta, ember maggot untuk kecamatan dan kelurahan senilai Rp28 juta, hingga pengadaan kendaraan bermotor roda tiga dengan nilai mencapai Rp2,1 miliar.

Selain itu, terdapat pula belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat seperti bak motor roda tiga senilai Rp180 juta, spanduk bank sampah Rp40,2 juta, serta pengadaan karung bekas dengan nilai masing-masing Rp99,9 juta dan Rp72 juta.

Tak hanya itu, DLH Tangsel juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan operasional rumah kompos. Di antaranya pembangunan Rumah Kompos di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren senilai Rp397 juta, belanja mesin proses rumah kompos Rp379,3 juta, mesin pencacah sampah atau mesin gibrik Rp179,9 juta, hingga pengadaan peralatan pendukung seperti chainsaw Rp41,9 juta, tangga Rp23,9 juta, dan kacamata keselamatan Rp10,5 juta.

2. Kepala DLH Tangsel akui pelaksanaan bidang kebersihan tak optimal di 2025

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Bani Khosiatullah (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Bani Khosiatullah (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai tak sebanding dengan kondisi pengelolaan sampah di lapangan. Dalam beberapa waktu terakhir, tumpukan sampah sempat terlihat di sejumlah titik wilayah Tangsel. Situasi itu bahkan berujung pada penetapan status tanggap darurat pengelolaan sampah oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

Saat dikonfirmasi terkait rincian anggaran dan efektivitas program Bidang Kebersihan tersebut, Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatulloh, mengaku tidak mengetahui secara detail belanja di bidang tersebut. “Datanya enggak tahu persis. Yang tahu persis nanti JF (kepala bidang)-nya,” kata Bani saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).

Bani juga mengakui bahwa pelaksanaan program di Bidang Kebersihan DLH Tangsel sepanjang 2025 tidak berjalan optimal. “Yang 2025 yang jelas belum optimal,” ujarnya singkat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More

Banjir Besar Rendam JLS, Akses Anyer dan Pelabuhan Ciwandan Terputus

03 Jan 2026, 08:57 WIBNews