Setahun Budi–Agis, Ini Indikator Makro Kota Serang Sepanjang 2025

- Kepemimpinan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia selama setahun menunjukkan perbaikan indikator makro, dengan fokus pada penguatan ekonomi mandiri dan efektivitas program pembangunan daerah.
- IPM Kota Serang naik menjadi 77,50 pada 2025 berkat peningkatan usia harapan hidup dan daya beli masyarakat, dengan target mencapai 78,48 pada tahun 2027.
- Laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen disertai penurunan kemiskinan dan pengangguran, sementara pembangunan infrastruktur difokuskan untuk mendukung aktivitas ekonomi warga seperti pertanian dan perikanan.
Serang, IDN Times – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, bersama Wakil Wali Kota, Nur Agis Aulia, mencatat sejumlah capaian pada indikator makro daerah sepanjang 2025.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengusung arah pembangunan berbasis penguatan ekonomi mandiri. Sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, meski masih menyisakan pekerjaan rumah di beberapa sektor.
Budi menyebut, fokus pemerintahannya saat ini adalah memperkuat dasar ekonomi daerah dan memastikan program berjalan efektif. “Fokus kami membangun fondasi ekonomi dan memastikan program yang dijalankan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
1. IPM naik tipis, kualitas hidup diklaim membaik

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang pada 2025 tercatat 77,50, naik dari 76,90 pada 2024. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya usia harapan hidup yang mencapai 75,63 tahun serta perbaikan daya beli masyarakat.
"Pemkot menargetkan IPM terus meningkat hingga 78,48 pada 2027," katanya.
2. Ekonomi tumbuh, tapi tantangan masih ada

Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kota Serang mencapai 5,2 persen pada 2025, naik dari 4,71 persen di tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga meningkat dari Rp58,49 juta menjadi Rp61,65 juta.
Namun demikian, angka pengangguran masih menjadi perhatian. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 6,95 persen pada 2025. Pemkot mengklaim penurunan ini dipengaruhi program Serang Kreatif Produktif.
"Sementara itu, angka kemiskinan turun menjadi 5,51 persen. Penurunan ini dikaitkan dengan bantuan sosial dan stabilitas harga," katanya.
3. Pembangunan infrastruktur diarahkan mendukung ekonomi warga

Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas, menyebut pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi warga. “Pembangunan tidak hanya fisik, tapi diharapkan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Salah satunya melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di wilayah Kasemen untuk mendukung distribusi hasil pertanian. Selain itu, proyek normalisasi sungai juga menjadi fokus. Setelah Sungai Cibanten, Pemkot kini melanjutkan penanganan di Sungai Karangantu atau Kali Sultan dengan dukungan pemerintah pusat.
Menurut Hari, proyek ini juga berdampak pada aktivitas nelayan. “Kalau muara tidak dangkal, aktivitas nelayan bisa lebih lancar,” ujarnya.


















