Efisiensi, Petugas Kebersihan dan Keamanan di RS Pemprov Dirumahkan

- Kebijakan efisiensi anggaran Dinkes Provinsi Banten memengaruhi pemutusan kontrak karyawan outsourcing di RS Pemprov Banten
- Kebijakan serupa akan diberlakukan di rumah sakit lain di bawah kewenangan Dinkes Banten, termasuk pengurangan anggaran untuk pengadaan obat
- Kepala Dinkes Banten membenarkan adanya efisiensi anggaran untuk jasa outsourcing keamanan dan kebersihan di seluruh UPT rumah sakit di bawah Dinkes Banten pada 2026
Serang, IDN Times — Kebijakan efisiensi anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten berdampak pada pemutusan kontrak karyawan outsourcing di sejumlah rumah sakit milik Pemprov Banten. Petugas kebersihan dan keamanan menjadi yang paling terdampak.
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, menilai efisiensi seharusnya tidak dilakukan dengan mengurangi jumlah pekerja.
Salah satu kasus terjadi di RSUD Malingping, Kabupaten Lebak. Sebanyak 23 karyawan outsourcing yang bertugas sebagai petugas kebersihan dan keamanan tidak diperpanjang kontraknya. Video para karyawan yang diputus kontrak tersebar di media sosial.
1. Kebijakan serupa terjadi di seluruh RS milik Pemprov Banten

Yeremia mengaku telah menanyakan hal itu kepada Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti. Dari penjelasan yang diterima, kebijakan serupa juga akan diberlakukan di rumah sakit lain di bawah kewenangan Dinkes Banten seperti RSUD Banten, Labuan Dan Cilograng.
“Pengurangan anggaran memang tidak hanya terjadi di Dinkes, tapi juga di dinas lain karena kondisi fiskal sangat ketat. Semangatnya sebetulnya agar tidak berdampak ke masyarakat, khususnya ketenagakerjaan,” kata Yeremia, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, Dinkes melakukan perhitungan ulang terhadap pos anggaran yang dianggap tidak langsung memengaruhi layanan, termasuk biaya tenaga alih daya.
Yeremia berharap Dinkes menyiapkan solusi bagi para pekerja terdampak agar tetap memiliki sumber penghasilan, serta membuka peluang perekrutan kembali saat anggaran perubahan dibahas.
“Kami berharap efisiensi tidak memengaruhi ketenagakerjaan, karena angka pengangguran di Banten masih tinggi. Pemerintah sedang mendorong pembukaan lapangan kerja, jadi pengurangan tenaga kerja sangat disayangkan,” ujarnya.
2. Pemangkasan juga disebut berpengaruh ke pengadaan obat

Ia juga menyebut efisiensi berpengaruh terhadap pengadaan obat. Dinkes diharapkan bisa mengoptimalkan anggaran yang ada hingga pembahasan anggaran perubahan.
“Pembelian obat juga terdampak. Mudah-mudahan di perubahan anggaran bisa ter-cover,” ujarnya.
3. Dinkes benarkan ada efisiensi untuk pegawai outsourcing
Sementara itu, Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, membenarkan adanya efisiensi anggaran untuk jasa outsourcing keamanan dan kebersihan di seluruh UPT rumah sakit di bawah Dinkes Banten pada 2026.
“Untuk pengadaan outsourcing jasa keamanan dan kebersihan anggaran 2026, seluruh UPT RS Dinkes Provinsi Banten diefisiensikan dan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit,” katanya melalui pesan WhatsApp.

















