Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penerbangan di Bandara Banda Aceh Meningkat 500 Persen Pascabencana

Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya sih...
  • Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh meningkat 500 persen pasca bencana banjir bandang
  • 2 unit AirNav Indonesia di Banda Aceh terdampak banjir, namun seluruh unit saat ini beroperasi 24 jam
  • Penerbangan di Bandara Kualanamu Medan juga meningkat 25 persen, dengan dukungan pembebasan biaya extend untuk penanganan khusus bencana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh, IDN Times - Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh meningkat sebanyak 500 persen pasca bencana banjir bandang di wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal tersebut disampaikan General Manager AirNav Indonesia Cabang Banda Aceh, Anton Perangin-Angin.

"Sebelum periode masa Nataru, penerbangan reguler yang kami layanan di Banda Aceh dan sekitarnya yakni 25 sampai 30 penerbangan per hari, saat ini rata-rata 80 sampai 100 penerbangan," kata Anton, Selasa (30/12/2025).

1. Dua AirNav Indonesia di Banda Aceh sempat terdampak banjir

Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia
Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Anton menuturkan, dari sepuluh unit wilayah kerja Airnav Indonesia Banda Aceh, dua unit terdampak bencana lantaran banjir melanda di sekitarnya yakni Lhokseumawe dan Takengon. Akibatnya, komunikasi dengan dua unit tersebut sempat terganggu lantaran aliran listrik dan jaringan sinyal seluler terputus.

"Untuk personel terdampak langsung kerugian material yang berada di Lhokseumawe rumah maupun properti yang mereka miliki diterjang banjir ada dua orang," kata Anton.

Atas hal tersebut, pihaknya pun sempat mendapatkan bantuan penanganan dari Kantor Pusat AirNav Indonesia dengan mengirim tenaga bantuan dari berbagai cabang yang ada, antara lain Pekanbaru, Makassar, Sentani, dan Halim Perdanakusuma untuk memback-up personel yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung.

2. Seluruh unit di AirNav Cabang Banda Aceh saat ini beroperasi 24 jam

Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia
Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia mengatakan, untuk proses pemulihan pasca bencana di Aceh dan sekitarnya, AirNav Indonesia Cabang Banda Aceh dioperasikan selama 24 jam penuh. Hal tersebut untuk memperlancar proses pendistribusian bantuan untuk para korban bencana.

"Aceh sendiri dari operating hours 6.30 sampai 19.00 WIB pada masa normal, kami siap sedia 24 jam menegaskan personel yang stanby seandainya ada extend penerbangan," kata Didiet.

3. Penerbangan di Bandara Kualanamu Medan juga meningkat 25 persen

Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia
Didiet K.S. Radityo, Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain Bandara Aceh, penerbangan juga meningkat di Bandara Kualanamu, Medan saat Nataru 2025/2026. Peningkatan berkisar 25 persen dengan pada situasi normal sekitar 150 penerbangan perhari, saat ini mencapai 200 penerbangan perhari.

"Kami juga stanby-kan orang untuk melakukan monitoring dan pergantian shift untuk penerbangan bantuan," ungkapnya.

Selain itu, untuk mendukung upaya pemulihan pasca bencana, AirNav Indonesia juga membebaskan biaya untuk extend di masa penanganan khusus bencana tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Banten

See More

Edarkan Rokok Ilegal, IRT di Lebak Dipenjara 3 Tahun

31 Des 2025, 15:54 WIBNews