Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ruang Kelas Rusak, Siswa SDN  Cimanggu Belajar di Perpustakaan dan UKS
Kondisi ruang kelas yang rusak parah di SDN Cimanggu 3 Pandeglang (Dok. Istimewa/Bojes)
  • Tiga ruang kelas di SDN Cimanggu 3 rusak berat, membuat siswa harus belajar di ruang UKS dan perpustakaan sementara waktu.

  • Bangunan yang masih digunakan juga mengalami kerusakan seperti atap bocor dan dinding retak, mengganggu kenyamanan serta keamanan belajar.

  • Kerusakan telah berlangsung puluhan tahun tanpa perbaikan dari dinas terkait, hingga orangtua murid melakukan swadaya menambal bagian yang rusak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pandeglang, IDN Times – Kondisi bangunan SDN Cimanggu 3 di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, rusak parah. Akibatnya, sejumlah siswa terpaksa belajar di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.

Kepala SDN Cimanggu 3, Nunung Nurhasanah, mengatakan terdapat tiga ruang kelas yang rusak berat hingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. “Untuk sementara, kelas 4 belajar di UKS, kelas 5 di perpustakaan, dan kelas 2 harus bergantian dengan kelas 1,” kata Nunung pada Rabu (29/4/2026).

1. Tiga ruang kelas rusak parah, sisanya rusak ringan

Kondisi gerbang sekolah SDN 3 Cimanggu, Pandeglang (Dok. Istimewa/Bojes)

Ia mengungkapkan, sebenarnya hampir seluruh ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Namun, tiga ruang kelas di antaranya sudah dalam kondisi paling parah.

“Kondisinya sudah tidak layak, besinya berkarat, plafon ambruk, pintu sudah tidak ada, dan keramiknya hancur,” ungkapnya.

2. Ruang kelas yang masih digunakan, atapnya pun bocor

Ilustrasi sekolah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Selain itu, beberapa ruang kelas yang masih digunakan juga mulai mengalami kerusakan di bagian atap, dinding, hingga lantai. Saat musim hujan, atap bangunan kerap bocor sehingga mengganggu proses belajar.

“Gedung yang masih dipakai juga sudah rusak, atapnya bocor kalau hujan. Ini sangat mengkhawatirkan karena rawan ambruk,” katanya.

3. Kondisi itu telah berlangsung puluhan tahun, orangtua murid terpaksa swadaya tambal retakan

Kondisi ruang kelas yang rusak parah di SDN Cimanggu 3 Pandeglang (Dok. Istimewa/Bojes)

Nunung menyebut kerusakan tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan hampir puluhan tahun. Pihak sekolah, kata dia, sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Sudah dilaporkan, bahkan saat ada bagian yang ambruk juga sudah disampaikan ke dinas. Tapi jawabannya masih diminta menunggu,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera memperbaiki ruang sekolah yang rusak agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. “Kondisi ini sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu kenyamanan siswa,” tuturnya.

Salah satu wali murid bernama Suhri mengaku bersama sejumlah orangtua lainnya akan melakukan swadaya untuk menambal retakan dan dinding yang bolong di salah satu ruang kelas yang saat ini masih digunakan siswa. Hal itu dilakukan karena para orangtua khawatir ruang kelas tersebut ambruk dan membahayakan para murid.

“Kami khawatir kalau tidak ditambal, apalagi kalau terjadi gempa, bisa berbahaya,” ujarnya.

Editorial Team