Momen ratusan napi Rutan Serang bukber dengan keluarga di penjara (Dok. Khaerul Anwar)
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Banten, M Ali Syeh Banna, mengapresiasi inisiatif jajaran rutan. Ia menilai, pendekatan humanis seperti ini penting dalam proses pembinaan.
“Ini program sangat luar biasa. Saya sangat senang dan sangat mendukung. Kalau begini, keluarga merasa memiliki, dan mereka tidak merasa ditinggalkan. Ada ikatan emosional yang tetap terjaga,” katanya.
Menurut Ali, dukungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk kesadaran dan perubahan perilaku warga binaan. Ramadan, lanjutnya, menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
Di tempat yang sama, Kepala Rutan Serang, Rangga Permata, menjelaskan kegiatan buka puasa bersama ini memang belum bisa diikuti seluruh WBP karena keterbatasan kapasitas ruangan.
“Saat ini ada 103 WBP yang melaksanakan buka puasa bersama keluarga. Nanti kita rencanakan dua kali selama bulan Ramadan ini, bergiliran agar semua mendapat kesempatan,” jelasnya.
Rangga menegaskan, kegiatan tetap dilaksanakan dengan pengawasan ketat serta mengikuti prosedur keamanan yang berlaku. Namun demikian, pihaknya berupaya menciptakan suasana senyaman mungkin agar para WBP dapat menikmati kebersamaan dengan keluarga tanpa mengabaikan aturan.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian dari pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, senja itu menghadirkan suasana yang berbeda—penuh pelukan, senyum, dan harapan baru bagi mereka yang tengah menata ulang masa depan.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Kami ingin para WBP tetap merasakan kehangatan keluarga, supaya semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik semakin kuat,” tutupnya.