Petugas JATSC saat melaksanakan tugas arus mudik 2026 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Sementara itu, Airnav Indonesia memprediksi bila pergerakan pesawat selama musim Angkutan Lebaran Tahun 2026 meningkat 4,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Untuk di Bandara Soekarno-Hatta saja, Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengungkapkan, telah terjadi peningkatan pergerakan pesawat sejak tanggal 13 Maret lalu. Hal ini lantaran kebijakan pemerintah yang memperbolehkan Work From Anywhere (WFA), sehingga waktu keberangkatan mudik jadi lebih cepat.
"Namun secara statistik masih di bawah peak-nya pada sebelum COVID sampai 1.300,"ungkap Setio.
Sementara, untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, Airnav Indonesia juga mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC) sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.
Ada lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance dan sistem ATC. Untuk petugas ATC sendiri, lanjut Setio, ada lebih dari 1.700.
"Yang dilayani Airnav yang melintas di langit Indonesia secara keseluruhan, kurang lebih berdasarkan laporan kemarin itu sehari traffic movement internasional sama domestik itu sekitar 5.000-an, kurang sedikit sehari," katanya.