Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Motif Pembunuhan Bocah Cilegon, Terjerat Utang Usai Kalah Kripto

20260105_112858.jpg
Polisi ekspose kasus pembunuhan Cilegon (Dok. Khaerul Anwar)
Intinya sih...
  • Pelaku bermain kripto dengan modal awal Rp400 juta dan mengalami kerugian besar hingga meminjam dana sebesar Rp820 juta
  • Pelaku sempat bilang ke istri akan melakukan kriminal ekonomi jika ekonomi memburuk
  • Percakapan pesan singkat antara pelaku dan istrinya menguatkan bahwa perbuatan tersebut telah direncanakan
  • Polisi memastikan pelaku melakukan seorang diri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Kepolisian menyatakan, motif HA membunuh bocah berusia 9 tahun berinisial MAHM di Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, murni bermotif pencurian. Pelaku disebut membutuhkan uang untuk membayar utang setelah mengalami kerugian besar akibat bermain kripto.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan mengatakan, hasil penyidikan menunjukkan motif awal kejahatan yang dilakukan pelaku adalah faktor ekonomi. Pelaku berinisial HA (31), bekerja sebagai operator produksi di PT CA sejak 2019.

“Motif awal yang kami temukan adalah motif ekonomi,” kata Dian saat konferensi pers, Senin (5/1/2026)

1. Pelaku terjerat utang setelah kalah main kripto

20260105_113113.jpg
Pelaku pembunuhan Cilegon (Dok. Khaerul Anwar)

Berdasarkan penyelidikan, pelaku sebelumnya bermain kripto dengan modal awal sekitar Rp400 juta yang berasal dari tabungan bersama istrinya. Modal tersebut sempat berkembang hingga memperoleh keuntungan sekitar Rp4 miliar.

Namun, keuntungan tersebut kembali dimainkan melalui sebuah website, hingga mengalami kerugian besar. Setelah kalah, pelaku kemudian meminjam dana. Di antaranya pinjaman bank sebesar Rp700 juta, pinjaman koperasi di tempat kerja sekitar Rp70 juta, serta pinjaman lainnya sekitar Rp50 juta, yang seluruhnya kembali digunakan untuk bermain kripto. Namun, upaya tersebut kembali berujung pada kerugian.

“Pelaku mengalami tekanan ekonomi akibat utang yang menumpuk,” katanya.

2. Pelaku sempat bilang ke istri akan melakukan kriminal ekonomi jika ekonomi memburuk

20260105_111619.jpg
Polisi ekspose kasus pembunuhan Cilegon (Dok. Khaerul Anwar)

Selain faktor ekonomi, penyidik juga menemukan riwayat penyakit serius yang diderita pelaku. Dari hasil pemeriksaan terhadap telepon genggam pelaku, ditemukan rekam medis sejak tahun 2020 yang menunjukkan HA menderita kanker nasofaring stadium 3.

Hal tersebut diperkuat dengan bukti rekam medis yang menunjukkan pelaku rutin menjalani pengobatan dan kemoterapi di salah satu rumah sakit di kawasan Semanggi.

Tekanan ekonomi yang semakin berat, kata Dian, menjadi pemicu utama pelaku melakukan tindak kriminal. Bahkan, penyidik menemukan percakapan pesan singkat antara pelaku dan istrinya.

Dalam percakapan tersebut, pelaku menyampaikan niat akan melakukan tindakan kriminal apabila kondisi ekonomi semakin memburuk. Pesan tersebut dikirim pada 16 Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WIB, beberapa jam sebelum kejadian di TKP pertama yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

“Ini menguatkan bahwa perbuatan tersebut telah direncanakan,” katanya.

3. Polisi memastikan pelaku melakukan seorang diri

Pelaku pembunuhan Cilegon
Pelaku pembunuhan Cilegon (Dok. Khaerul Anwar)

Dian menegaskan, pelaku bertindak seorang diri tanpa melibatkan pihak lain. Modus operandi yang digunakan, yakni menyasar rumah secara acak dengan memastikan kondisi rumah kosong.

“Pelaku menekan bel rumah hingga empat kali. Jika tidak ada respons, pelaku menganggap rumah kosong dan kemudian masuk dengan cara memanjat serta mencongkel jendela,” katanya.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan terjadi pada Selasa (16/12/2025) di rumah korban di Komplek BBS III, Kota Cilegon. Korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan di beberapa bagian tubuh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Dialog Soal Sampah Tangsel Buntu, Warga Taktakan Pilih Walk Out

06 Jan 2026, 19:48 WIBNews