Pemkot Tangerang Tetapkan Status Siaga Banjir, 9 Kecamatan Terdampak

- Pemkot Tangerang menetapkan status siaga banjir setelah peringatan dini BMKG terkait potensi hujan lebat hingga Senin pagi, dengan pemantauan debit air sungai yang terus meningkat.
- Sembilan kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, sementara BPBD dan instansi terkait melakukan evakuasi warga ke sejumlah posko pengungsian.
- Warga menyebut banjir disebabkan luapan Kali Sabi yang merendam permukiman dan menghambat akses jalan utama di beberapa wilayah Kota Tangerang.
Tangerang, IDN Times — Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menetapkan status siaga menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan masih terjadi hingga Senin pagi. Penetapan status tersebut dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, pemantauan tinggi muka air di sejumlah sungai melalui CCTV menunjukkan debit air masih cenderung meningkat.
“Maka itu kita tetapkan status siaga untuk menjadi kewaspadaan bersama serta kesiapan dalam menghadapi potensi hujan lebat yang masih bisa terjadi,” kata Mahdiar, Minggu (8/3/2026).
1. Banjir terjadi di 9 kecamatan

Mahdiar menjelaskan, saat ini terdapat sembilan kecamatan di Kota Tangerang yang terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga sekitar 1,5 meter di sejumlah titik.
Petugas BPBD bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan di lapangan karena masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat pada pagi hingga siang hari.
Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir telah dievakuasi ke beberapa lokasi pengungsian. Di antaranya di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada.
“Kita terus lakukan evakuasi warga terdampak ke posko pengungsian untuk keselamatan. Sedangkan petugas dari Dinas PUPR terus bekerja melakukan penanganan,” ujarnya.
2. Warga sebut banjir akibat luapan Kali Sabi

Salah seorang warga Perumahan Taman Cibodas, Anggun, mengatakan sebagian besar permukiman di wilayahnya terendam banjir akibat meluapnya Kali Sabi.
Menurutnya, genangan air membuat kendaraan tidak dapat melintasi jalan utama maupun akses di depan perumahan.
“Ketinggian air sejak sahur sampai sekarang masih tinggi. Sekarang kondisinya masih gerimis dan warga terus bersiaga,” kata Anggun.

















