Perimeter Utara Bandara Soetta Ditutup, Banjir Capai 70 Centimeter

- Jalan Perimeter Utara Bandara Soetta ditutup karena tergenang banjir hingga 70 cm, membuat kendaraan mogok termasuk truk.
- Pekerja di bandara mengatakan tidak ada akses lain yang bisa dilintasi karena banjir sudah menggenang sejak semalam.
- Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta menutup akses Perimeter Utara dan mengimbau kendaraan untuk tidak melintas demi menghindari mogok.
Tangerang, IDN Times - Akses Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup lantaran tergenang banjir hingga Rabu (29/1/2025). Pantauan IDN Times di lokasi hingga pukul 10.14 WIB, banjir masih menggenang dengan ketinggian bervariasi, mulai 10-70 centimeter (cm).
Pengendara pun tidak bisa melintasi jalan tersebut lantaran ketinggian banjir bisa membuat semua jenis kendaraan mogok, termasuk truk.
Syamsir, sopir truk mengatakan, banjir bisa mencapai paha orang dewasa, hingga truk yang dikendarainya pun mogok dan harus didorong melewati banjir tersebut. "Bukan banjir lagi ini, sepaha, truk aja mogok," kata Syamsir.
1. Banjir sudah menggenang sejak semalam

Sementara itu, Maulana, pekerja di Bandara Soetta mengatakan, banjir tersebut tidak memungkinkan kendaraan apapun melintas. Banjir pun sudah menggenang sejak semalam.
"Di tikungan itu yang dalam," kata Maulana.
2. Pengendara motor mendorong motornya lantaran tidak ada akses lain

Maulana mengungkapkan, tidak ada akses lain yang bisa dilintasi. Pasalnya, untuk akses Perimeter Utara ke arah Jalan Perancis Dadap juga tergenang lebih dalam. Hal tersebut membuat dirinya nekat mendorong motornya dengan kondisi mesin mati.
"Sengaja mesin dimatikan, itupun nanti kalau sudah lewat banjir, airnya harus dikeluarkan dulu dari mesin, supaya engga mogok, soalnya kendaraan apapun engga bisa lewat," ungkapnya.
3. Polresta Bandara Soetta menutup akses Perimeter Utara

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta Ipda Septian Wahyudi mengatakan, pihaknya telah menutup akses Perimeter Utara. Kendaraan pun diimbau tidak melintas sama sekali untuk menghindari mogok.
"Soalnya disitu bekas rawa, jadi pembuangannya gak ada, jadi pembuangan ke arah sungai enggak kebuka, ilalang tinggi juga disitu," kata Septian.


















