Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pleno Penyandingan Kisruh, Palu Direbut Hingga Bawaslu Walkout
IDN Times/Khaerul Anwar

Serang, IDN Times - Rapat pleno penyandingan suara hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR daerah pemilihan (Dapil) Banten II tahun 2024, kembali kisruh. Saksi dari Partai Demokrat ngamuk-ngamuk hingga massa simpatisan pendukung Demokrat dan PDIP memaksa masuk ruang sidang.

Ketegangan itu bermula ketika KPU Kota Serang meminta saran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk merekapitulasi hasil hitung ulang 20 TPS --di mana dokumen C Hasil hilang.

Rekapitulasi ini berpotensi mengoreksi perolehan suara partai politik yang terlibat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tidak hanya PDIP sebagai tergugat, namun juga Partai Demokrat sebagai penggugat.

Pasalnya, saat penghitungan ulang suara di 20 TPS, ada perolehan suara yang berkurang dari 18 partai politik yang menjadi peserta pemilu, tak terkecuali suara Demokrat maupun PDIP. Jika ini diberlakukan perolehan suara Demokrat berpotensi berkurang dan terancam tidak akan mendapat jatah kursi di Senayan dari Dapil Banten II.

1. Saksi Demokrat mengamuk hingga merebut palu sidang

IDN Times/Khaerul Anwar

Hal ini memicu saksi Partai Demokrat, Fery Fairuz mengamuk di ruang sidang. Ia menolak langkah KPU Kota Serang yang hendak merekapitulasi hasil hitung suara ulang. Ia mengklam hal ini tak sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Bahkan, ia sempat merampas palu sidang yang di simpan di meja pimpinan sidang, kemudian memukulkan palu sidang ke kursi hingga terlepas dari tangannya.

"Sidang ini sudah cacat di mata hukum. Jangan kemudian Anda membenarkan, menghalalkan segala cara untuk menjalankan proses yang cacat hukum ini," kata Fairuz usai memukulkan palu.

Selain di ruang sidang, ketegangan pun terjadi di luar aula KPU Banten. Puluhan kader dan simpatisan partai Demokrat berteriak-teriak dan menuding KPU Kota Serang dan Bawaslu Kota Serang tidak profesional. Mereka sempat memaksa masuk ke dalam aula dan menendang pintu aula hingga terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga.

2. Bawaslu memilih walkout dari forum

IDN Times/Khaerul Anwar

Ketegangan itu memicu Bawaslu Kota Serang memilih walkout dari ruang sidang. Rapat pun disekors hingga dua kali karena tak menemui titik temu.

Begitu sidang hendak dimulai pada Senin (8/7/2024) pukul 00.48 WIB, jajaran Bawaslu Kota memilih keluar dari forum. "Situasi nya tidak kondusif yah," kata Ketua Bawaslu Kota Serang, Agus Aan kepada wartawan.

Aan mengungkapkan, sebelum keluar, dia berkomunikasi dengan Bawaslu RI. Saran dari Bawaslu RI lanjut Aan, agar rapat plano ditunda hingga besok.

"Untuk keselamatan kami, sidang ditunda dan ini atas arahan Bawaslu RI yah," katanya.

3. Kubu PDIP pun sempat terpancing dan masuk forum

Dok. Anwar/tangkapanlayarvideo

Setelah Jajaran Bawaslu Kota Serang meninggalkan ruangan forum, ketegangan kembali terjadi. Kali ini dari kubu PDIP.

Pantauan IDN Times, saat proses persidangan ditunda itu, Caleg DPR RI dari partai Demokrat Nuraeni dan sejumlah saksi masuk ke rungan sidang dan bermediasi dengan komisioner KPU dan Bawaslu Kota Serang. Kemudian, tak lama setelah itu, sidang kembali dimulai.

Namun, salah satu peserta pemilu yang tengah berselisih itu memicu ratusan kader dan simpatisan PDIP yang berada di luar persidangan mengamuk dan mencoba masuk ke dalam aula. Aksi saling dorong pun terjadi antara massa PDIP dengan anggota kepolisian.

Lantaran persidangan semakin tidak kondusif, KPU Kota Serang kemudian kembali menunda persidangan hingga pukul 13.00 WIB siang ini.

Ketua KPU Kota Serang Nanas Nasihudin menyampaikan bahwa proses penyandingan suara sudah selesai. KPU tinggal mengoreksi suara hasil penyandingan ke D hasil kecamatan. Namun, karena situasi tidak kondusif, maka sidang kembali ditunda.

"Alasan kondusivitas saja selain kami juga kelelahan, biar nanti staminanya pulih kembali," katanya.

Editorial Team