Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Tangsel: Tanggul Jebol hingga Kali Menyempit Jadi Penyebab
ilustrasi banjir (unsplash.com/Samithu Siriwardana)
  • Enam titik perumahan di Tangerang Selatan terendam banjir akibat tanggul jebol serta aliran sungai yang menyempit dan dangkal, dengan air mencapai sepinggang orang dewasa.
  • Kawasan Perumahan Citra Prima Serpong disebut langganan banjir, terutama setelah pembangunan Serpong Lagoon yang mempersempit aliran kali dan memaksa puluhan keluarga mengungsi.
  • Wakil Wali Kota Tangsel mengakui penyempitan sungai sebagai penyebab utama banjir dan berencana membangun turap serta melakukan normalisasi untuk mencegah kejadian serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Sedikitnya enam titik perumahan di Kota Tangerang Selatan terendam banjir pada Selasa (14/4/2026) malam. Banjir dipicu tanggul jebol serta kondisi aliran sungai yang menyempit dan dangkal.

Air bahkan sempat menggenangi kawasan Pasar Bukit, Pamulang. Di lokasi tersebut, arus air terlihat deras menyerupai aliran sungai akibat jebolnya tanggul.

Seorang pedagang nasi di pasar itu mengatakan, tinggi air sempat mencapai betis hingga sepinggang orang dewasa.

“Di sini segini (betis orang dewasa),” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

1. Perumahan langganan banjir

Ilustrasi banjir (Pixabay)

Ketua RW 06 Kelurahan Keranggan, Setu, Yahya Sunarja, menyebut kawasan Perumahan Citra Prima Serpong sudah lama menjadi langganan banjir. Menurutnya, jika hujan turun seharian, air bisa merendam rumah warga hingga ketinggian 2 meter.

“Satu, penyempitan. Kedua, ini memang harus normalisasi, karena kali sudah dangkal,” ujarnya.

2. Penyempitan sungai jadi biang keladi

ilustrasi banjir (unsplash.com/Dibakar Roy)

Yahya menilai, banjir semakin parah setelah berdirinya perumahan Serpong Lagoon di sekitar lokasi. Hal ini menyebabkan penyempitan aliran kali sehingga air meluap ke permukiman.

Akibatnya, sekitar 30 kepala keluarga terdampak dan harus mengungsi ke posyandu maupun balai warga.

“Ya lebih, ada kali 150-an jiwa,” tambahnya.

3. Pemkot akui penyebab banjir

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (IDN Times/Muhamad Iqbal) I

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengakui, bahwa penyempitan aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama banjir. Ia mengatakan, pemerintah akan melakukan penanganan dengan membangun turap di titik-titik rawan.

“Sepanjang kurang lebih 100 sampai 150 meter di titik rawan longsor atau penyempitan, supaya masyarakat tidak was-was saat hujan,” ujarnya.

Pemkot Tangsel juga berencana melakukan normalisasi sungai guna mencegah banjir serupa kembali terjadi di kemudian hari.

Editorial Team