Ilustrasi SPBU Pertamina (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Selain itu, Satria menjelaskan, pada periode tanggal 9 - 30 Maret 2026 ada peningkatan penyaluran BBM di Regional JBB mulai produk bensin sebesar 17,7 persen dari kondisi normal seiring meningkatnya perjalanan kendaraan selama periode mudik dan Gasoil turun 19,1 persen seiring dengan berlakunya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026/1447 H oleh kementerian dan Kepolisian. Meski demikian, kondisi stok BBM di wilayah Regional JBB dipastikan berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Peningkatan permintaan BBM khususnya produk gasoline (bensin) ini disebut sebagai hal wajar diiringi dengan tingginya arus kendaraan yang melintas saat arus balik dan harapannya setelah libur Lebaran masyarakat dapat lebih bijak menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Satria.
Lebih lanjut Satria menyatakan bahwa Pertamina telah berkomitmen untuk menghemat energi, yang diterapkan secara nyata di lingkungan kerja dan operasional Pertamina. Selain itu, Pertamina juga melakukan berbagai inisiatif untuk mendorong budaya hemat energi, sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggunaan energi yang lebih bijak dan efisien sebagai upaya dalam menjaga stabilitas energi nasional.
“Penghematan energi di lingkungan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di masyarakat," tuturnya.
Satria juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menggunakan BBM secara bijak untuk mendukung ketahanan energi nasional. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Karena pasokan energi akan terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik dan tepat di masyarakat,” kata Satria.