Hujan Deras, Ribuan Warga Tanjung Burung Terdampak Banjir

- Banjir akibat hujan deras menggenangi pemukiman di Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, dampaknya terhadap 3.177 warga dengan ketinggian mulai dari 30 cm.
- Banjir disebabkan meluapnya Sungai Cisadane akibat kiriman dari Bogor, membanjiri pemukiman warga yang berbatasan langsung dengan sungai tersebut.
- Banjir masih menggenang di 6 RT dan 3 RW di wilayah tersebut, total ada 3.177 jiwa terdampak. Pihak pemerintah telah menerapkan early warning system untuk memantau tingginya debit air.
Tangerang, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek menyebabkan banjir menggenang pemukiman warga di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/3/2025). Banjir tersebut pun berdampak kepada 3.177 warga di wilayah tersebut.
"Total, ada 862 kepala keluarga dengan ketinggian mulai dari 30 cm," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Tangerang, Selasa (4/3/2025).
1. Banjir akibat air kiriman dari Bogor ditambah hujan deras semalam

Agung mengungkapkan, banjir di wilayah tersebut dari meluapnya Sungai Cisadane di wilayah tersebut akibat kiriman dari Bogor pada Senin (3/3/2025). Sehingga, luapan air mengalir ke desa yang letaknya persis bersebelahan dengan aliran kali tersebut.
"Wilayah ini memang berbatasan dengan Sungai Cisadane, sehingga jika meluap membanjiri pemukiman warga," jelasnya.
2. Ada 6 RT dan 3 RW yang terdampak banjir

Agung mengungkapkan, saat ini banjir masih menggenang di 6 RT dan 3 RW di wilayah tersebut, yakni Kampung Barat RT11/06, Kampung Cirumpak RT12 dan 14 di RW 06 dan 07, serta Kampung Beting RT14, 15, 16 di RW 07 dan 08.
"Sehingga total ada 3.177 jiwa," tuturnya.
3. Wakil Bupati Intan terapkan early warning system

Selain itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurun Hikmah mengatakan, pihaknya telah menerapkan early warning system di beberapa titik kecamatan rawan banjir, untuk memantau tingginya debit air di beberapa aliran sungai.
"Jadi bisa lihat debit air itu, yang pasti BPBD harus sudah siaga. Namun, mudah-mudahan tidak terjadi banjir parah seperti yang di Bogor, meski kami harus persiapkan," katanya.


















