Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebut PSEL, Pemkot Tangerang Minta Warga Harus Pilah Sampah
ilustrasi sampah (pexels.com/Sébastien Vincon)

  • Pemkot Tangerang mempercepat program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mengakhiri praktik open dumping dan memperkuat ketahanan energi daerah.
  • Program PSEL ditargetkan mampu mereduksi hingga 4.000 ton sampah per hari melalui kolaborasi lintas daerah di wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.
  • Keberhasilan PSEL bergantung pada kesadaran warga memilah sampah dari rumah agar proses pengolahan efisien dan tidak membebani biaya masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan komitmennya dalam mempercepat program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi penanganan sampah sekaligus penguatan ketahanan energi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, langkah ini penting seiring arahan pemerintah pusat untuk mengakhiri praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan beralih ke sistem pengelolaan berbasis teknologi.

“Seiring dengan instruksi Presiden terkait penghentian sistem open dumping di TPA, diperlukan langkah cepat dan solutif. Salah satunya melalui pengolahan sampah menjadi energi dengan pendekatan teknologi waste to energy, yang tentu harus kita dukung bersama,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

1. Target reduksi hingga 4.000 ton per hari

Ilustrasi Sampah yang Menggunung (pexels.com/tomfisk)

Sachrudin menegaskan Pemkot Tangerang siap mendukung penuh percepatan program tersebut, termasuk membangun sinergi dengan berbagai pihak.

“Kami siap mendukung penuh percepatan ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan budaya memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana namun berdampak besar,” katanya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, menjelaskan percepatan PSEL di Banten dilakukan melalui kolaborasi lintas daerah, khususnya wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.

“Berdasarkan perjanjian di wilayah Serang Raya dan Tangerang Raya, ke depan kita akan mampu mereduksi sampah menjadi energi listrik hingga 4.000 ton per hari. Ini merupakan jumlah yang sangat besar dan signifikan,” ujarnya.

2. Pemilahan sampah jadi kunci

ilustrasi sampah organik (pexels.com/Denise Nys)

Hanif menekankan, keberhasilan program PSEL sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Apapun teknologi yang digunakan, fondasi utamanya adalah sampah yang terpilah. Tanpa itu, biaya pengolahan akan jauh lebih besar dan berpotensi membebani masyarakat,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjawab persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat, sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Editorial Team