Comscore Tracker

Fakta-Fakta Pengeroyokan Bocah di Serpong Tangsel

Para pelaku ternyata masih duduk di bangku sekolah dasar

Tangerang Selatan, IDN Times - Sebuah video yang merekam penyiksaan seorang remaja di Tangerang Selatan (Tangsel) beredar luas. Dalam video itu, tampak korban dipaksa menjulurkan lidahnya oleh si perekam kemudian disundut rokok.

"Mana lidah lu, melet melet," sambil menyundutkan rokok yang digenggam oleh si perekam.

Tak hanya satu, video kekerasan itu ada 4 video dan kini menyebar dengan luas. Pelakunya diduga beberapa remaja lain yang juga terekam membawa sebuah obeng untuk ditusuk ke bagian tubuh korban.

Dalam video yang tersebar itu, korban tak bereaksi dan tidak melawan. Dia hanya bisa pasrah. Kasus yang menjadi perhatian masyarakat ini pun kini sudah ditangani Polres Tangsel. Berikut rangkuman fakta-fakta kasus ini.

1. Para pelaku berjumlah 8 orang, korban berkebutuhan khusus

Fakta-Fakta Pengeroyokan Bocah di Serpong TangselIlustrasi Pelaku Pidana (IDN Times/Mardya Shakti)

Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu membenarkan adanya laporan kekerasan anak yang masuk ke Polres Tangsel. Sarly mengaku, memerintahkan jajarannya untuk menangkap pelaku kekerasan tersebut.

"Sudah saya perintahkan Kasat (Reskrim) untuk pelaku malam tadi diamankan," kata Sarly saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Sarly mengatakan, tersangka kasus kekerasan di Serpong, Tangsel diduga berjumlah delapan orang. Korban berinisial Z (16) diketahui berkebutuhan khusus.

"Sampai dengan saat ini telah diperiksa korban dan pelapor. Diketahui tersangka berjumlah delapan orang yang merupakan tetangga korban," kata Sarly saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

2. Para pelaku ambil alih HP korban

Fakta-Fakta Pengeroyokan Bocah di Serpong TangselIlustrasi handphone (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Kata Sarly, orangtua korban sendiri malah mengetahui anaknya menjadi korban perundungan dan kekerasan oleh para pelaku atas temuan dari handphone miliki korban.

"Awalnya ibu korban ngecek handphone milik korban, kemudian ibunya baru tahu kalau anaknya dianiaya," kata Sarly.

Handphone yang dipakai merekam aksi penyiksaan terhadap Z, Tangsel ternyata milik korban yang diambil alih oleh para pelaku.

Hal tersebut dikatakan oleh ibu korban, Nu (40) saat menceritakan kronologi kekerasan yang dialami anaknya.

Z baru ditemukan pada Senin (16/5/2022) pukul 03.00 WIB. Saat ditemukan, Z memberitahu ibunya jika ia habis main. "Bilangnya abis main aja," katanya.

3. Kasus ini terbongkar atas kecurigaan orangtua korban

Nu menaruh curiga, karena saat Z tak kunjung pulang, anaknya update status di WhatsApp miliknya dengan kata-kata tak senonoh dan bahkan mengunggah video kekerasan.

"Jadi handphone anak saya ini dipakai untuk rekam kejadian itu. Dan mereka (pelaku) membajak status anak saya, bikin status video kejadian sama kata-kata yang tidak senonoh," kata Nu.

Merasa curiga, Nu memeriksa telepon genggam anaknya dan benar saja terdapat beberapa video kekerasan yang dialami oleh anaknya.

"Pas saya mau salat subuh itu, saya cek handphone anak saya dan ada video itu yang beredar. Tapi anak saya enggak mau ngaku kalau habis dianiaya," kata Nu.

4. P2TP2A: Ini kekerasan bukan bullying

Fakta-Fakta Pengeroyokan Bocah di Serpong Tangselfreepik.com/master1305

Dia mengungkapkan bahwa perbuatan para pelaku kepada korban bukan lagi bagian dari perundungan.

"Itu kekerasan, bukan bully. (Pelakunya) Dia juga bilang engga kenal, karena informasinya pelakunya itu teman dari temannya, tapi nanti pihak kepolisian yang mencari tahu," kata Tri.

Baca Juga: Penyiksaan Anak di Tangsel, P2TP2A: Bukan Bullying, Tapi Kekerasan! 

5. Para pelaku ternyata masih duduk di bangku sekolah dasar

Empat dari delapan pelaku penyiksaaan terhadap anak berinisial Z, 16 tahun, di Sepong Tangerang Selatan (Tangsel) ditangkap Polres Tangerang Selatan.

Sarly mengatakan, empat pelaku yang diamankan ternyata masih berusia sekitar 12 tahun atau masih bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD).

"Untuk umurnya, keempat pelaku masih sekitar 12 tahun," kata Sarly, Kamis (19/5/2022).

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya