Prihatin Konflik Hasbi–Amir, NasDem Lebak Ingatkan Dampaknya

- DPD NasDem Lebak menyatakan keprihatinan atas konflik antara Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah yang dinilai mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.
- Ketua DPD NasDem, Dedi Jubaedi, menilai gesekan antar pimpinan bisa menghambat komunikasi internal serta memperlambat pelaksanaan program pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Lebak.
- Dedi menegaskan meski NasDem bukan partai pengusung Hasbi–Amir, pihaknya tetap berkomitmen mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.
Lebak, IDN Times - Konflik antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah menuai perhatian berbagai pihak. Kali ini, DPD Partai NasDem Kabupaten Lebak menyatakan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi di pucuk pemerintahan daerah tersebut.
Ketua DPD NasDem Lebak, Dedi Jubaedi menilai, konflik antar pimpinan daerah sangat disayangkan, terutama di tengah upaya pembangunan yang sedang berjalan.
“Sangat disayangkan dan saya prihatin di saat daerah kita sedang ingin membangun, justru ada gesekan antara bupati dengan wakilnya,” kata Dedi, Rabu (1/4/2026).
1. Konflik itu berpotensi ganggu komunikasi dan koordinasi

Menurutnya, konflik tersebut berpotensi mengganggu komunikasi dan koordinasi di internal pemerintah daerah. Jika dibiarkan, kondisi itu bisa berdampak pada terhambatnya program pembangunan yang telah direncanakan.
“Masyarakat yang akan dirugikan. Termasuk kami sebagai bagian dari masyarakat, tentu tidak menginginkan hal ini terjadi,” ujarnya.
Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik. Ia menyarankan agar kedua pimpinan daerah dapat saling introspeksi dan menyelesaikan persoalan secara internal.
“Dua-duanya harus introspeksi. Jangan ada lagi ucapan yang tidak pantas di muka publik. Kalau ada masalah, bisa dibicarakan baik-baik,” katanya.
2. Meski bukan partai pengusung, NasDem berkomitmen mengawal Pemkab Lebak

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa meski NasDem bukan partai pengusung pasangan Hasbi–Amir pada Pilkada 2024, pihaknya tetap berkepentingan mengawal jalannya pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
“Walaupun kami bukan partai pendukung, tapi ketika sudah ada bupati terpilih maka wajib kita dukung bersama program-programnya demi kesejahteraan rakyat,” ucapnya.















