Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengguna KRL Bergeser Selama Ramadan, Jam Sibuk Pagi Maju Lebih Awal
Pengguna KRL Bergeser Selama Ramadan, Jam Sibuk Pagi Maju Lebih Awal (Dok. KAI Commuter)

  • KAI Commuter mencatat pergeseran jam sibuk pagi selama Ramadan, kini dimulai pukul 05.00 WIB dan memuncak pada 06.00–07.00 WIB, lebih awal dibanding hari biasa.
  • Kepadatan sore meningkat sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, lalu kembali naik setelah waktu berbuka, menunjukkan penyesuaian aktivitas masyarakat selama Ramadan.
  • Total pengguna harian tetap stabil di atas satu juta orang dengan 1.065 perjalanan per hari, disertai aturan khusus berbuka puasa ringan di dalam kereta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    KAI Commuter mencatat perubahan pola kepadatan pengguna Commuter Line Jabodetabek selama bulan Ramadan, dengan jam sibuk pagi dan sore bergeser lebih awal dibandingkan hari biasa.
  • Who?
    VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, bersama para pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek yang mengalami perubahan waktu perjalanan.
  • Where?
    Perubahan terjadi di sejumlah stasiun wilayah Jabodetabek, termasuk Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Bekasi yang mencatat lonjakan signifikan pada jam tertentu.
  • When?
    Pergeseran jam sibuk berlangsung selama bulan Ramadan 2026, dengan data disampaikan pada Selasa, 24 Februari 2026.
  • Why?
    Pergeseran terjadi karena penyesuaian aktivitas masyarakat selama Ramadan, termasuk waktu berangkat kerja dan berbuka puasa yang memengaruhi pola perjalanan pengguna KRL.
  • How?
    Kepadatan pagi meningkat mulai pukul 05.00 WIB hingga puncak 06.00–07.00 WIB, sementara sore hari padat sejak pukul 15.00–18.00 WIB dan kembali ramai setelah waktu berbuka puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – KAI Commuter mencatat ada perubahan pola kepadatan pengguna Commuter Line Jabodetabek selama bulan Ramadan. Pergeseran paling terlihat terjadi pada jam sibuk pagi yang kini berlangsung lebih awal dibanding hari biasa.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan kepadatan pagi selama Ramadan mulai meningkat sejak pukul 05.00 WIB dan mencapai puncak pada pukul 06.00–07.00 WIB.

“Persebaran pengguna tersebut berbeda dengan periode sebelum Ramadan yang biasanya mulai meningkat pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB,” ujar Karina pada Selasa (24/2/2026).

1. Pengguna pulang lebih cepat

Potret rangkaian KRL buatan perusahaan China CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. (Dok. KAI Commuter)

Selain pagi hari, perubahan juga terlihat pada jam sibuk sore. Lonjakan penumpang mulai tampak sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kepadatan kemudian kembali meningkat mulai pukul 19.00 WIB seiring pergerakan pengguna yang bepergian setelah berbuka puasa.

Menurut Karina, pola ini menunjukkan adanya penyesuaian aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan. Dari sisi volume di stasiun keberangkatan pagi hari, beberapa titik mencatat kenaikan signifikan.

Karina menyebut mulai pukul 04.00 WIB, Stasiun Rangkasbitung mengalami peningkatan sekitar 28 persen atau sekitar 1.500–1.600 pengguna. Sementara pada pukul 05.00–06.00 WIB, lonjakan terjadi di Stasiun Bekasi sebesar 50–64 persen atau sekitar 5.000–8.000 pengguna.

2. Volume harian tetap stabil

Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Secara total, jumlah pengguna harian selama Ramadan relatif stabil di angka lebih dari 1 juta orang. Namun, kepadatan kini lebih terkonsentrasi pada jam-jam tertentu, terutama pagi lebih awal serta menjelang dan setelah waktu berbuka.

Selama Ramadan, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja.

KAI Commuter juga memberlakukan ketentuan khusus selama Ramadan. Pengguna diperbolehkan berbuka puasa di dalam perjalanan dengan minuman dan makanan ringan secukupnya.

Karina mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik serta mengikuti arahan petugas. “Seluruh pengguna juga diimbau untuk selalu menghormati pengguna lainnya dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama saat berbuka puasa di dalam kereta,” kata dia.

Editorial Team