Waspada! Ini 4 Penyakit yang Sering Muncul Usai Lebaran

- Dinkes Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyakit yang sering muncul setelah Lebaran akibat perubahan pola makan dan kurang istirahat.
- Empat penyakit yang umum terjadi pascaLebaran meliputi wasir karena kurang serat, gula darah tinggi, kolesterol meningkat akibat makanan bersantan, serta flu karena kelelahan.
- Masyarakat disarankan menjaga pola makan seimbang, memperbanyak serat, membatasi makanan manis dan bersantan, serta memastikan waktu istirahat cukup untuk memulihkan daya tahan tubuh.
Tangerang, IDN Times – Perayaan Hari Raya Idul Fitri kerap diiringi perubahan pola makan dan aktivitas yang tidak biasa. Mulai dari santap hidangan bersantan, kue kering manis, hingga padatnya jadwal bersilaturahmi sering kali membuat tubuh kelelahan dan daya tahan menurun.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, drg. Sari Nur Arofah mengingatkan, masyarakat agar mewaspadai sejumlah potensi penyakit yang biasa muncul pascalebaran. Menurutnya, perubahan pola makan, kurang istirahat, dan berbagai faktor lain bisa membuat tubuh lebih rentan.
“Kita sangat perlu mewaspadai sejumlah potensi penyakit yang bisa muncul setelah perayaan Lebaran. Biasanya pengaruhi perubahan pola makan, kurang istirahat, serta sejumlah faktor lainnya yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh menjadi lebih rentan,” ujar Sari, Senin (23/3/2026).
Berikut empat penyakit yang kerap mengintai usai Lebaran menurut Dinkes Kota Tangerang:
1. Wasir, akibat minim serat

Salah satu keluhan yang kerap muncul adalah wasir atau ambeien. Sari menjelaskan, pola makan yang tidak teratur selama Lebaran termasuk kebiasaan mengonsumsi kue kering yang minim serat menjadi pemicu utama.
“Salah satu pola makan yang dapat menyebabkan munculnya penyakit wasir adalah mengonsumsi makanan yang cenderung minim kandungan serat seperti kue-kue Lebaran dan sebagainya,” katanya.
Ia menyarankan masyarakat tetap mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, bahkan di tengah momen Lebaran, agar asupan serat tetap terpenuhi.
2. Gula darah melonjak

Hidangan Lebaran seperti kue kering, camilan manis, dan minuman bersoda kerap mengandung gula tinggi. Dampaknya, kadar gula darah bisa melonjak drastis.
“Hal ini dipicu oleh sejumlah makanan khas Lebaran yang mengandung gula dengan kadar yang cukup tinggi seperti kue kering, camilan, sampai minuman manis yang sering disajikan saat Lebaran,” ujar Sari.
Penderita diabetes atau mereka yang memiliki risiko perlu lebih berhati-hati dalam mengontrol asupan manis.
3. Kolesterol tinggi, ancaman serius

Opor ayam, rendang, dan masakan bersantan lainnya memang menjadi santapan favorit saat Lebaran. Namun kandungan lemak dan santan yang tinggi dapat memicu lonjakan kolesterol.
Dinkes mengingatkan bahwa kolesterol tinggi bisa berdampak pada penyakit berbahaya seperti serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, hingga batu empedu. Risiko ini terutama tinggi pada kelompok lansia.
4. Flu, akibat kelelahan

Selain faktor makanan, penyakit flu masih menjadi keluhan paling umum. Padatnya aktivitas bersilaturahmi dan kurangnya waktu istirahat membuat daya tahan tubuh menurun drastis.
“Tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kandungan makanan khas Lebaran, penyakit flu biasanya disebabkan oleh faktor kelelahan tubuh yang diakibatkan aktivitas yang padat selama lebaran sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh secara signifikan,” jelas Sari.
Masyarakat diimbau untuk mulai mengembalikan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi serat, membatasi makanan manis dan bersantan, serta memastikan cukup istirahat. Jika mengalami keluhan kesehatan yang berkelanjutan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan sampai euforia Lebaran justru mengorbankan kesehatan. Tubuh perlu waktu untuk kembali beradaptasi, jadi tetap jaga pola makan dan istirahat,” tutup Sari.


















