Spanduk Hilang, Ganjar: Intimidasimu Lucu, Terormu Menggemaskan

Tangerang, IDN Times - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengunjungi Kota Tangerang untuk melakukan konsolidasi dengan Tim Pemenangan Daerah (TPD), caleg, dan relawan di Istana Nelayan, Kota Tangerang, Kamis (14/12/2023). Dalam kunjungan tersebut, Ganjar mengaku mendapat laporan adanya intimidasi berupa pencopotan spanduk.
"Saya dikabari kemarin, pagi-pagi. 'Pak Ganjar, sebelum ada kunjungan, lalu beberapa jam kemudian kita, ya biasa pasang spanduk, tapi setelah beberapa jam sudah hilang.' Saya katakan, 'initmidasimu lucu, terrormu menggemaskan'," kata Ganjar di depan pendukungnya.
1. Ganjar menyebut, pendukungnya bukan pasukan penakut

Ganjar mengungkapkan, intimidasi seperti yang dilakukan orang tak bertanggung jawab tersebut tak akan membuat pendukung Ganjar-Mahfud gentar. Pasalnya, hal tersebut juga sudah pernah dialaminya di wilayah lain.
"Saya tegaskan, kami bukan pasukan penakut, teman-teman saya sampaikan ini karena saya juga mengalami ini di Bali, di Sumatera Utara, di beberapa tempat yang lain dan terakhir di Banten. Kami tidak takut," ungkapnya.
2. Ganjar mengaku ingin menang lewat jalan yang baik

Ganjar mengaku ingin memenangkan pesta demokrasi ini dengan cara yang baik, di mana tanpa takut dengan ancaman dari pihak manapun.
"Kami adalah orang yang mewarisi semangat juang pahlawan, kami mewarisi semangat perjuangan dari pendiri Republik, saat melawan penjajah, kami orang yang ingin menang lewat jalan yang baik," tuturnya.
3. Ketua TPD Banten sebut tak akan melaporkan ke Bawaslu

Ketua TPD Banten, Rano Karno mengatakan, tim pemasangan spanduk sudah mengirimkan laporan pemasangan spanduk ucapan selamat datang untuk Ganjar pada pukul 3.00 dini hari. Sayangnya, pada pukul 5.00 dini hari spanduk sudah bersih dari jalan-jalan.
"Kita tidak menuduh, tapi kita sudah melihat dan kita ada bukti bukan berarti ngarang, semua petugas yang tugasnya pasang itu pasti laporan jam dan lokasi," tuturnya.
Ia pun menegaskan tak akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu, namun pihaknya memang melaporkan ke TPN Ganjar-Mahfud hingga dibahas oleh Ganjar saat melakukan pengarahan. Tapi memang, kata Rano intimidasi tersebut menjadi hal yang lucu.
"Jadi lucu, ngurusin spanduk, ngapain repot bangun subuh bukannya salat malah nyopotin spanduk. Sudah cukup lah, ngapain? Kita aja gak pernah nyopotin spanduk orang, malah kalau ada orang ga punya paku, hayu sini bareng-bareng," kata dia.
Rano mengutarakan, Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi yang seharusnya disambut semua orang dengan senang bersama. "Meskipun pestanya kompetisi, tapi bukan berarti kita bertengkar," ungkapnya.



















