Tangerang, IDN Times - Wilayah Tangerang sempat masuk kategori kualitas udara terburuk se-Indonesia pada 2023 hingga awal 2024 lalu. Hal tersebut terungkap dalam Laporan Kualitas Udara Dunia Tahunan ke-6 yang dirilis oleh perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAir.
Berbagai macam penyakit yang menyerang paru-paru pun bisa menimpa warganya, khususnya saat musim kemarau yang memperparah polusi. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit tersebut?
Astri Indah Prameswari, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Eka Hospital BSD menuturkan, memasuki musim kemarau, udara menjadi kering. Sehingga, baik itu kuman, bakteri ataupun virus bisa terbang terbawa debu.
"Polusi itu banyak pengaruh atau pencetusnya. Bisa disumbang dari pabrik atau manufaktur, asap kendaraan, kebakaran hutan. Kemudian diperparah oleh musim, terutama kemarau, karena dia kering dan panas, sehingga kelembapan udara memengaruhi polusi,"ungkap Astri.
Terlebih pada Juni hingga Agustus saat musim kemarau tiba, debu akan mudah berterbangan bersamaan dengan kuman yang rentan masuk ke dalam saluran pernapasan. Bukan hanya itu, polusi juga bisa berdampak ketika masuk ke dalam mata, telinga, ataupun menempel pada kulit.
