816.228 Pemudik dari Sumatra Sudah Kembali ke Pulau Jawa

- Sebanyak 816.228 pemudik dari Sumatra telah kembali ke Jawa hingga H+7 Lebaran 2026, menunjukkan arus balik yang lebih merata dan layanan penyeberangan tetap lancar.
- Total penumpang lintas Sumatra–Jawa mencapai lebih dari 1,2 juta orang dengan peningkatan sekitar 3 persen dibanding tahun lalu, sementara kendaraan naik hampir 9 persen.
- ASDP menerapkan strategi seperti optimalisasi armada, skema Tiba–Bongkar–Berangkat, delaying system, serta tarif satu harga untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Cilegon, IDN Times - Sebanyak 816.228 pemudik dari Sumatra telah kembali ke Jawa hingga H+7 lebaran 2026 dari total 898.864 orang yang menyeberang ke Sumatra arus mudik. Dari data di atas, ada sebanyak 82.636 orang yang belum kembali ke Jawa. Sementara itu, kendaraan yang kembali mencapai 214.306 dari total 239.920 unit.
"Capaian ini menunjukkan arus balik berlangsung lebih merata, sehingga mampu menjaga kelancaran layanan penyeberangan meski berada pada fase puncak," kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Senin (30/3/2026).
1. Penyeberangan pada puncak arus balik diklaim terkendali

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 29 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+7 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 182 trip. Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa pada H+7 mencapai 102.526 orang atau naik 36,5 persen. dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 75.095 orang.
Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+7 mencapai 8.715 unit atau naik 82,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 4.770 unit. Kendaraan roda empat mencapai 12.842 unit atau naik 35,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 9.498 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 3.242 unit atau turun 12,7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.713 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 948 unit atau naik 73 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 548 unit.
Total seluruh kendaraan tercatat 25.747 unit yang telah menyeberang dari Sumatra ke Jawa pada H+7 atau naik 39 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 18.529 unit.
Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengatakan kondisi operasional tetap berjalan terkendali meskipun arus balik berada pada fase puncak. “Distribusi trafik yang semakin merata menjadi faktor kunci. Dengan pola ini, arus penyeberangan tetap dapat dikelola optimal meskipun volume pergerakan tinggi,” ujarnya.
2. Data akumulasi penyeberangan Sumatra-Jawa maupun sebaliknya

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+7 tercatat 1.234.010 orang atau naik 3,3 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.195.141 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 306.495 unit atau naik 8,7 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 282.010 unit.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+7 tercatat 1.322.806 orang atau naik 2,6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.288.732 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 331.883 unit atau naik 7,1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 309.748 unit.
3. Skema penyeberangan selama arus mudik dan balik lebaran

Guna menjaga kelancaran layanan, ASDP telah menerapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti optimalisasi armada kapal, skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), hingga delaying system di buffer zone. Selain itu, diterapkan pula stimulus diskon tarif dan kebijakan tarif satu harga (single tarif) untuk menjaga keseimbangan distribusi trafik.
Pada periode 23–29 Maret 2026, Pelabuhan Bakauheni diprioritaskan untuk melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A menuju Pelabuhan Merak.
Sementara kendaraan logistik besar golongan V B hingga IX dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara guna mengurangi kepadatan di lintasan utama. Penjualan tiket untuk kendaraan logistik juga sempat dihentikan sementara selama periode tersebut. “Kami mengimbau seluruh pelaku logistik untuk mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan selama periode angkutan lebaran ini,” kata Rio.
Kebijakan tersebut berakhir pada 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, seiring dengan normalisasi layanan pasca puncak arus balik.

















