Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Asma Tak Dapat Disembuhkan, Tapi Bisa Dikontrol

Asma Tak Dapat Disembuhkan, Tapi Bisa Dikontrol
ilustrasi asma (freepik.com/krakenimages.com)

Tangerang, IDN Times - Penyakit asma adalah kondisi ketika saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas. Asma bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa.

Asma biasanya dapat ditangani dengan inhaler penyelamatan untuk mengobati gejala dan pengendali inhaler yang mencegah gejala. Kasus yang parah mungkin membutuhkan inhaler yang berefek lebih lama yang menjaga saluran udara terbuka, serta steroid oral. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni menjelaskan, penyakit asma merupakan salah satu penyakit tidak menular kronis yang paling umum menyerang. Hingga saat ini penyakit asma hanya dapat dikontrol secara efektif dengan pengobatan yang tepat dan pola hidup yang sehat.

“Penyakit asma berupa inflamasi atau peradangan pada saluran napas yang disebabkan hipereaktivitas bronkus. Peradangan ini lantas menimbulkan gejala berupa sesak napas, rasa berat di dada, dan batuk terutama malam atau dini hari,” terangnya.

1. Gejala-gejala asma yang harus diwaspadai

Ilustrasi gejala asma (freepik.com/jcomp)
Ilustrasi gejala asma (freepik.com/jcomp)

Seseorang yang mengidap asma bisa mengalami beragam gejala, seperti sesak dada, sesak napas, batuk terutama pada malam atau dini hari, mengi yang menyebabkan suara siulan saat mengeluarkan napas.

Dini mengungkap, pola gejala pada setiap pengidap asma pun bisa berbeda. Meski begitu, pola gejala yang paling umum, yaitu asma datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama. 

Asma juga bisa memburuk karena adanya infeksi virus, seperti pilek, dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin. "Atau hiperventilasi karena tertawa atau menangis, dan lebih buruk di malam hari atau di pagi hari," jelas Dini.

2. Penyebab kambuhnya asma

Ilustrasi paru-paru (freepik.com/rawpixel.com)
Ilustrasi paru-paru (freepik.com/rawpixel.com)

Dini mengungkapkan, berbagai faktor bisa menjadi penyebab munculnya asma, diantaranya debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus sampai paparan zat kimia. Namun, hingga kini penyebab utama asma belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, pengidap asma terbukti memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif.

"Ketika paru-paru terkena iritasi, maka otot saluran pernapasan jadi kaku dan menyempit. Kemudian, produksi dahak meningkat, sehingga membuat pengidapnya kesulitan bernapas," ungkapnya.

3. Asma bisa dikontrol agar gejala tak muncul

Ilustrasi COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)

Penderita asma perlu menjaga pola hidup sehat dengan melakukan olahraga teratur, makan dengan gizi seimbang dan cukup, berhenti merokok, hindari paparan polusi udara dengan mengenakan masker, jangan pelihara hewan berbulu, serta rutin minum obat pengontrol dan pelega sesuai anjuran dokter.

“Kunci penanganan asma yang efektif terletak pada pemahaman kondisi dan pemicunya. Di sinilah peran hari peringatan sekaligus pendidikan, menjadi landasan pendekatan pemberdayaan terhadap hidup dengan asma,” ujar Dini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Cerita Jeni, Mudik Kayuh Sepeda dari Rangkasbitung ke Purbalingga

15 Mar 2026, 15:55 WIBNews