BMKG Deteksi Dua Sirkulasi Siklonik, Picu Hujan Lebat

- BMKG mendeteksi dua sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten dan Laut Banda yang memicu peningkatan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
- Daerah konvergensi terpantau meluas dari Sumatra Selatan hingga Papua Barat, memperluas potensi hujan dengan intensitas bervariasi hingga lebat di sejumlah wilayah.
- Hujan lebat diprediksi terjadi di Jawa, Sulawesi Tengah, dan Maluku, sementara BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta memantau informasi cuaca resmi.
Serang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya dua titik sirkulasi siklonik yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Menurut prakirawan BMKG, Masayu, kedua sirkulasi tersebut terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Banten dan wilayah Laut Banda.
“Keberadaan sirkulasi siklonik ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitarnya, sekaligus memperkuat daerah konvergensi,” ujarnya dilansir dari kantor berita ANTARA, Jumat (10/4/2026).
1. Wilayah terdampak hujan lebat meluas

Ia menambahkan, daerah konvergensi atau pertemuan massa udara terpantau memanjang dari Sumatra Selatan hingga Papua Barat. Selain itu, pola ini juga terlihat dari Samudra Hindia di barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, serta dari Laut Maluku hingga Laut Banda.
Kondisi tersebut berpotensi memperluas wilayah yang terdampak hujan, dengan intensitas yang bervariasi hingga lebat.
2. Ini sejumah wilayah yang diprediksi hujan lebat

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan disertai petir di beberapa kota besar, antara lain Bandung, Pangkal Pinang, Banjarmasin, dan Ambon.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur umumnya diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Adapun di Makassar, kondisi cuaca diprediksi berupa asap atau kabut yang dapat mengurangi jarak pandang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat, serta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.


















