Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Pegawai Warmindo di Tangerang Rela 'Estafet' Demi Mudik Gratis
Cerita Pegawai Warmindo di Tangerang Rela Estafet Demi Mudik Gratis (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Mila, pegawai Warmindo asal Solo, ikut program mudik gratis Indofood dan rela menempuh perjalanan estafet lewat Kuningan demi bisa pulang kampung dengan biaya lebih hemat.
  • Ia menikmati momen mudik meski perjalanan hingga 24 jam, karena bisa bertemu keluarga dan sesama pemudik, serta mendapat dukungan libur panjang dari tempat kerjanya.
  • Tahun ini ada 3.658 peserta mudik gratis dari DKI Jakarta dan Banten menggunakan 62 bus menuju berbagai kota, dengan pemeriksaan kesehatan sopir untuk memastikan keamanan perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Mudik merupakan salah satu kesempatan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri 2026, tak terkecuali bagi Mila yang merupakan pegawai Warmindo atau Warkop di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel).

Mila yang telah menjadi pegawai Warmindo sejak tahun 2018 tersebut merupakan perantau asal Solo, Jawa Tengah. Ia menganggap bahwa mudik merupakan hal seru, meskipun harus bermacet-macetan ria belasan jam.

"Memang mudik ini jadi yang saya tunggu-tunggu setiap tahunnya, karena mau bertemu keluarga satu tahun sekali," kata Mila saat pelepasan Mudik Gratis di PT Indofood CBP Sukses Makmur, Kota Tangerang, Rabu (18/3/2026).

1. Mila rela estafet demi bisa mudik murah ke Solo

Cerita Pegawai Warmindo di Tangerang Rela Estafet Demi Mudik Gratis (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Mila mengungkapkan, tahun ini merupakan kali keduanya ia mengikuti mudik gratis khusus pegawai Warmindo. Ia rela ikut mudik gratis ke Kuningan, kemudian dia membeli tiket lanjutan ke Solo atau estafet.

"Saya nanti istirahat dulu di rumah Mba (kakak perempuan) saya, lalu melanjutkan naik bisa berbayar ke Solo," ungkap Mila.

Ia mengungkapkan, mudik estafet yang ia lakukan dinilai lebih murah dan terjangkau dibandingkan harus membayar tiket bis langsung ke Solo. Untuk mencari tiket mudik gratis ke Solo, ia mengungkapkan kuota yang disediakan pun tak banyak.

"Jadi, yang penting ada transit dulu, terus saya beli tiket sendiri untuk ke Solo, meskipun sebenarnya terminal bus akhir rute Jakarta-Solo lebih dekat ke rumah, tapi yang penting bisa pulang," ungkapnya.

2. Mila mengaku selalu merindukan momen mudik bersama lebaran

Cerita Pegawai Warmindo di Tangerang Rela Estafet Demi Mudik Gratis (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Mila menyebut, meski perjalanan ke kampung halamannya secara estafet bisa memakan waktu 24 jam, namun hal tersebut menjadi hal yang ia rindukan setiap tahunnya. Apalagi, ia kerap kali bertemu dengan peserta mudik gratis dari penyelenggara lainnya.

"Kadang kami kenalan, dadah-dadah saat papasan di jalan, seru banget!" ujarnya.

Ia berharap, mudik bakal terus menjadi budaya yang dilestarikan di Indonesia, khususnya saat Lebaran 2026. Sehingga, makin banyak pula yang menyelenggarakan mudik gratis ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya Solo.

"Apalagi Warkop 3 Bersaudara tempat saya kerja liburnya lumayan lama, bisa sampai 10 hari di kampung, jadi Alhamdulillah pemiliknya juga baik dan mudik gratis pun pendataannya difasilitasi, makanya saya betah," katanya.

3. Ada 3.658 peserta mudik gratis asal DKI Jakarta dan Banten

Cerita Pegawai Warmindo di Tangerang Rela Estafet Demi Mudik Gratis (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Bambang Suprianto, Manajer Indofood DKI-Tangerang mengungkapkan, tahun ini terdapat 3.658 pemudik asal DKI Jakarta dan Banten yang ikut mudik gratis tahun ini yang diangkut dengan 62 bus dengan tujuan Kuningan, Sumedang, Garut, Tegal, Jogjakarta, dan Solo. Sementara, untuk nasional sebanyak 11.300 pemudik dengan total 195 bus tersebar mulai dari Jabodetabek, Semarang, Jogjakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang.

"Kalau secara total, wilayah yang di Tangerang ini meliputi di Tangerang sampai Serang dan Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat, tujuan mudik lebih banyak di tujuannya adalah di Kuningan, Sumedang, dan Tasikmalaya," jelasnya.

Bertemakan Nikmatnya Mudik Bawa Hangatnya Silaturahmi, mudik ini khusus untuk pegawai dan pelaku usaha Warmindo. Pasalnya, pengusaha Warmindo bukan sekedar mitra usaha melainkan keluarga besar yang saling mendukung.

"Kami sangat senang bisa memberikan fasilitas mudik. Bisa mengantar mereka ke kampung halaman bertemu dengan keluarga karena mitra kita ini adalah ujung tombak kami, semoga semua sampai ke tujuan dengan selamat dan bisa bertemu dengan keluarga," tuturnya.

Perjalanan mudik gratis tersebut juga dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dan urin dari para sopir bus yang akan mengangkut para pemudik. Dari hasil pemeriksaan, seluruhnya negatif narkoba.

"Kami ingin memastikan para pemudik dibawa oleh sopir yang sehat sehingga secara aman agar bisa selamat bertemu keluarga di rumah," ungkapnya.

Editorial Team