Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Derita Lymphedema dan Obesitas, Engky: Saya Ingin Sembuh

Derita Lymphedema dan Obesitas, Engky: Saya Ingin Sembuh
Engky, warga Tangerang yang menderita lymphedema di kaki sebelah kiri (Antara/Azmi)

Tangerang, IDN Times - Selama bertahun-tahun, Engky (34) harus menderita dan menahan sakit lymphedema di kaki sebelah kiri. Tak hanya menderita, dia juga tak bisa bekerja dan beraktivitas karena kakinya membengkak hingga seberat 50 kilogram (kg). 

"Saya berharapnya sembuh total, agar bisa beraktivitas dan mencari kerja lagi," kata Engky, seperti dikutip dari Antara. 

Pada Senin (8/1/2024), Engky bisa menerima layanan medis di RSUD Tangerang. Bagaimana kisah Engky? Berikut kisahnya.

1. Lymphedema menyerang Engky

Penyakit lymphedema (wikimedia.org/DocHealer)
Penyakit lymphedema (wikimedia.org/DocHealer)

Engky, warga Perumahan Taman Kirana Surya, Blok K07 No 42, RT/RW 05/11, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang itu menceritakan awal mula dia terkena lymphedema. 

Ia menceritakan, penyakit itu menyerang ketika ia masih bekerja di salah satu koperasi. Gejala awal, dia merasa demam dan kaki kirinya membengkak disertai dengan benjolan.

"Saat diperiksa dokter itu dirujuk untuk operasi di RSCM Jakarta, pada tanggal 22 Januari 2021," jelasnya, seperti dikutip Antara, Minggu (7/1/2024).

2. Terkendala biaya setelah tidak bekerja lagi, Engky: kadang ada rasa putus asa

Engky, warga Tangerang yang menderita lymphedema di kaki sebelah kiri (Antara/Azmi)
Engky, warga Tangerang yang menderita lymphedema di kaki sebelah kiri (Antara/Azmi)

Kala itu, Engky pun sempat menjalani prosedur operasi menggunakan BPJS Kesehatan mandiri. "Tapi ada biaya di luar BPJS seperti ongkos bolak balik rumah sakit yang cukup banyak keluar," kata Engky.

Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Engky malah diminta mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Dia pun tidak punya penghasilan. 

"Untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari sampai jual mobil dan barang apa saja yang bisa dijual. Kadang ada rasa putus asa, tapi mau gimana lagi," tuturnya.

Belum sampai di situ, penyakit lymphedema itu kembali kambuh, 8 bulan setelah dia menjalani operasi pertama. Serangan kedua itu malah lebih parah karena pembengkakan semakin besar dan sampai mengeluarkan cairan keruh.

Bahkan, dia juga sampai kesulitan melakukan aktivitas karena kakinya membesar sampai seberat 50 kilogram.

"Mau bangun aja susah, cuma bisa di kasur sama duduk. Semua dibantu ibu. Kadang kalau ibu lagi tidak ada di rumah bingung mau minta tolong siapa," ujarnya.

Selama ini, Engky hanya mendapat bantuan donasi kursi roda dan makanan dari pemerintah desa, camat hingga dinas sosial. Namun ia berharap adanya bantuan biaya operasi agar penyakitnya segera sembuh.

3. Engky bisa berobat setelah ada inisiatif Pak RT dan pendamping dari kelurahan

RSUD Kabupaten Tangerang (Antaranews)
RSUD Kabupaten Tangerang (Antaranews)

Berkat inisiatif RT dan pendamping kelurahan setempat, Engky pun bisa berobat dan mendapat pelayanan medis di RSUD Kabupaten Tangerang. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang Mohamad Rifki di Tangerang, Senin, mengatakan pasien lymphedema dengan obesitas itu dirawat sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Sebelumnya pasien ini telah mengalami kendala lebih dari dua tahun dan pernah ditangani di RSCM. Saat ini atas inisiatif Pak RT dan pendamping dari kelurahan dan juga puskesmas untuk dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang," katanya, Senin. 

Ia mengungkap, kondisi pasien yang berat badannya sampai 230 kilogram ini, secara umumnya relatif stabil, baik itu tekanan darah, pernafasan dan sebagainya dengan kondisi normal.

"Melihat kondisinya pasien mesti penanganan multi disiplin dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, spesialis gizi dan terkait lainnya," ucapnya.

Sementara itu, untuk keadaan penyakit lymphedema atau pembengkakan tungkai yang disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh getah bening pada kaki kirinya itu masih dalam tahapan pemeriksaan tim dokter. Untuk pemeriksaan ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Drainase Buruk di Jalan Puspitek dan Siliwangi Picu Banjir di Tangsel

05 Apr 2026, 18:54 WIBNews