Engky, warga Tangerang yang menderita lymphedema di kaki sebelah kiri (Antara/Azmi)
Kala itu, Engky pun sempat menjalani prosedur operasi menggunakan BPJS Kesehatan mandiri. "Tapi ada biaya di luar BPJS seperti ongkos bolak balik rumah sakit yang cukup banyak keluar," kata Engky.
Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Engky malah diminta mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Dia pun tidak punya penghasilan.
"Untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari sampai jual mobil dan barang apa saja yang bisa dijual. Kadang ada rasa putus asa, tapi mau gimana lagi," tuturnya.
Belum sampai di situ, penyakit lymphedema itu kembali kambuh, 8 bulan setelah dia menjalani operasi pertama. Serangan kedua itu malah lebih parah karena pembengkakan semakin besar dan sampai mengeluarkan cairan keruh.
Bahkan, dia juga sampai kesulitan melakukan aktivitas karena kakinya membesar sampai seberat 50 kilogram.
"Mau bangun aja susah, cuma bisa di kasur sama duduk. Semua dibantu ibu. Kadang kalau ibu lagi tidak ada di rumah bingung mau minta tolong siapa," ujarnya.
Selama ini, Engky hanya mendapat bantuan donasi kursi roda dan makanan dari pemerintah desa, camat hingga dinas sosial. Namun ia berharap adanya bantuan biaya operasi agar penyakitnya segera sembuh.