Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Chandra Asri Sedang Didalami

Cilegon, IDN Times - Beredar kabar warga sekitar wilayah Ciwandan, Kota Cilegon mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari area pabrik PT Chandra Asri Pacific Tbk di Ciwandan.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten, Wawan Gunawan menyebut, pihaknya tengah mendalami dugaan pencemaran lingkungan akibat gangguan alat PT Chandra Asri Pacific Tbk di Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (20/1/2023).
"Kami harus cek kebenarannya, gak bisa asal bicara. Tim Dakum (penindakan hukum) juga harus turun. Kalau memang ada pencemaran kan kami harus tindak tegas. Bila melakukan pencemaran kita sanksi," kata Wawan melalui WhatsApp.
1. DLH Banten terjunkan tim dalami kejadian ini

Wawan mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan tim untuk melakukan pendalaman dan mencari fakta terkait kejadian tersebut.
"Kan kami harus turun tim Dakum kami. Mudah-mudahan senin sudah ada hasilnya," kata Wawan.
2. Alat PT Chandra Asri diduga mengalami gangguan

Sementara itu berdasar gambar surat dari PT Chandra Asri Pacific Tbk kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dan ditembuskan ke DLH Provinsi Banten yang beredar, dijelaskan bahwa terjadi gangguan alat pada pabrik Chandra Asri di Ciwandan di Kota Cilegon.
Gangguan alat yang diklaim terjadi, Sabtu (20/1/2023) dari pukul 05.00 Wib, itu menimbulkan pembakaran gas di cerobong (flare stack).
"Penanganan masalah tersebut sedang dilakukan," tulis surat yang ditandatangani oleh SHE (Safety, Health and Enviroment) General Manager PT Chandra Asri Pacific Tbk, Singgih Setiawan.
3. Penanganan tengah dilakukan

Dalam surat itu, Singgih menyatakan pihaknya memohon maaf atas kejadian ini.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh perihal tersebut dan kami terus berusaha menjaga agar tidak mengganggu keamanan dan kesehatan lingkungan," ungkapnya.



















