Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Kedelai dan Plastik Naik, Pengrajin Tempe di Lebak Menjerit
ilustrasi tempe (pixabay.com/Mochamad Arief)

  • Kenaikan harga kedelai dan plastik membuat pengrajin tempe di Lebak kesulitan menjaga biaya produksi agar tetap seimbang.
  • Momoy, salah satu pengrajin, terpaksa mengecilkan ukuran tempe supaya harga jual tetap terjangkau bagi konsumen.
  • Para pengrajin berharap pemerintah segera menstabilkan harga bahan baku agar usaha tempe kecil tidak gulung tikar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Kenaikan harga kacang kedelai dan bahan pendukung produksi mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Kabupaten Lebak. Salah satu yang terdampak adalah para pengrajin tempe di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, yang harus mencari cara agar usahanya tetap bertahan.

Momoy, seorang pengrajin tempe, mengaku terpaksa mengecilkan ukuran produknya akibat melonjaknya harga bahan baku. Langkah ini dilakukan agar harga jual tetap terjangkau.

“Ya terpaksa kita kecilkan ukuran tempenya. Karena harga kedelai mengalami kenaikan yang cukup tinggi, sementara daya beli masyarakat tetap saja,” ujarnya saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

1. Kenaikan kedelai berbarengan dengan kenaikan harga plastik

Ilustrasi Pengrajin tempe(IDN Times/Satria Permana)

Tak hanya kedelai, Momoy juga mengeluhkan kenaikan harga plastik yang digunakan sebagai pembungkus tempe. Kondisi ini semakin menekan margin keuntungan para pengrajin.

“Harga kedelai saja belum stabil, ditambah lagi harga plastik yang ikut naik, bikin pusing bagi pengrajin tempe,” katanya.

2. Kenaikan biaya produksi tak diimbangi kenaikan harga jual tempe bikin pengrajin tempe sulit

Ilustrasi Pengrajin tempe. IDN Times/Sahrul Ramadan

Menurutnya, kenaikan biaya produksi yang tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual membuat para pelaku usaha berada di posisi sulit. Mereka harus menjaga harga tetap ramah di kantong konsumen, namun di sisi lain biaya produksi terus meningkat.

Momoy berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai dan bahan pendukung lainnya agar usaha tempe skala kecil tetap bisa bertahan.

“Semoga harga bisa kembali stabil. Kalau terus begini, bukan tidak mungkin banyak usaha tempe kecil yang terpaksa gulung tikar,” tuturnya.

Editorial Team