Viral, Debt Collector Tusuk Advokat di Tangerang

- Seorang advokat di Tangerang ditusuk oleh terduga debt collector setelah menolak penarikan mobil yang dianggap tidak sesuai prosedur hukum, menyebabkan korban harus dirawat di rumah sakit.
- Polisi membenarkan kejadian tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi untuk mengusut serta menangkap para pelaku yang melarikan diri usai penusukan.
- Kapolres Tangsel menegaskan akan menindak tegas kelompok debt collector yang melakukan tindakan kriminal agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah hukumnya.
Tangerang, IDN Times - Sebuah video viral di media sosial Instagram berisi adanya seorang yang diduga debt collector menusuk perut seorang pria, setelah cekcok diduga saat hendak menarik kendaraan milik korban. Salah satu akun Instagram, tangkot24jam, menarasikan yang menyebut peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Palem Semi, Karawaci, Tangerang pada Senin (23/2/2026).
Dalam keterangannya, disebut peristiwa berawal dari tiga orang terduga pelaku memaksa masuk ke pekarangan rumah dan hendak menarik mobil milik korban.
"Korban menolak penarikan tersebut karena menilai prosedurnya tidak sesuai ketentuan hukum. Cekcok pun terjadi hingga salah satu pelaku melakukan penusukan. Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri, sementara korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," tulis akun tersebut.
1. Polisi membenarkan peristiwa penusukan dilakukan diduga oleh debt collector

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo membenarkan peristiwa penusukan tersebut. "Benar, adanya kejadian sekelompok mata elang (matel/debt collector) yang menganiaya di Kelapa Dua," kata Boy, Selasa (24/2/2026).
Boy mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula dari cekcok korban dengan tiga terduga pelaku yang mengaku sebagai debt collector dari salah satu pembiayaan. Para pelaku pun memaksa masuk ke pekarangan rumah korban dan hendak menarik mobil korban.
"Korban yang merupakan seorang advokat menolak menyerahkan mobil karena merasa prosedur penarikan paksa tersebut tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.
Penolakan itu memicu pertengkaran yang berujung pada tindakan penusukan oleh pelaku terhadap korban. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. "Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Tangerang untuk mendapatkan perawatan intensif," ungkapnya.
2. Polisi sudah memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi tersebut

Boy menuturkan pihaknya telah mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk melakukan penindakan terhadap kelompok debt collector tersebut.
"Beberapa saksi sudah diperiksa untuk melakukan penindakan dan penangkapan terhadap matel yang arogan," kata Boy.
3. Polisi menegaskan, akan menindak tegas debt collector yang berbuat kriminal

Boy juga mengaku menjenguk korban di RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani perawatan akibat luka tusukan.
"Kami akan menindak tegas sekelompok matel yang membuat gaduh di wilayah Polres Tangsel," tegasnya.


















