Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dipicu Kasus Pencabulan, Massa Rusak Pondok Pesantren di Serang
Dok. Istimewa/Polres Serang
  • Ponpes di Serang dirusak warga setelah dugaan pencabulan terhadap santriwati
  • Massa luar kampung merusak fasilitas ponpes, namun situasi sudah aman
  • Pimpinan ponpes yang sangat tertutup ditangkap saat bersembunyi di atas plafon rumah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) di Kampung Badak, Desa Gembor Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang porak poranda setelah dirusak warga, pada Minggu (1/11/2014).

Peristiwa perusakan dipicu kasus dugaan pimpinan ponpes melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.

Kepala Desa Gembor Udik, Arsyad membenarkan terkait adanya kejadian tersebut. Masyarakat mengamuk lantaran salah seorang santriwati diduga dicabuli oleh seorang ustaz yang merupakan pimpinan ponpes.

Arsyad mengungkap, kejadiannya pengerusakan itu terjadi sekitar pukul 14.00 sampai pukul 15.00 WIB. "(Kasus) Sudah dilaporkan ke Polres Serang," katanya.

1. Massa dari luar kampung datang merusak sejumlah fasilitas ponpes

Ilustrasi kekerasan. (IDN Times/Mardya Shakti)

Massa yang berasal dari luar kampung merusak berbagai fasilitas ponpes, termasuk dua gazebo yang berusaha dibakar, pagar, relief, serta atap bangunan yang hancur berantakan

"Tapi langsung dipadamkan, itu spontan saja oleh warga, banyaknya bukan warga kami, tapi warga luar," katanya.

2. Pimpinan Ponpes dikenal tertutup

Dok. Istimewa/Polres Serang

Ia menyebutkan, pimpinan ponpes tersebut dikenal sangat tertutup. Bahkan aparat desa setempat pun tidak mengenalnya. Saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah aman, meskipun warga masih berkumpul di sekitar ponpes.

"Puluhan personel dari Polres Serang dan Polsek Cikande masih berjaga untuk mencegah insiden serupa," katanya.

3. Pimpinan ponpes yang sembunyi di atas plafon telah diamankan polisi

ilustrasi penjara (pixabay.com/Mohamed_hassan)

Terpisah, Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, membenarkan peristiwa perusakan yang dilakukan sekelompok warga sebagai buntut dari dugaan tindakan asusila yang dilakukan pimpinan ponpes.

"Benar telah terjadi perusakan bangunan ponpes oleh sejumlah warga," kata dia.

Condro mengungpak, pimpinan ponpes berinisial KH telah ditangkap saat bersembunyi di atas plafon rumah warga tidak jauh dari lokasi kejadian. "Saat ini KH masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Serang," katanya.

Editorial Team