Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya (IDN Times/Muhamad Iqbal)
“Misal di dalam pidatonya Pak Bupati nyebut ke saya Si Amir ke dinas nyebut elu, tapi saya anggap itu ketidaksopanan yang masih dianggap wajar. Tapi ketika dia nyebut Si Amir mantan narapidana masih untung jadi wakil bupati, itu kan penghinaan pribadi,” kata Amir kepada wartawan di kediamannya.
Ia mengaku sempat berdiri dari tempat duduknya untuk menghampiri Hasbi, namun ditahan oleh sejumlah pegawai yang berada di lokasi.
“Saya mau samperin, saya mau bilang ke dia jangan bilang kayak gitu, enggak pantas coba introspeksi. Tapi ditahan termasuk oleh istri dan anak saya, langsung saya pulang,” ujarnya.
Amir menilai, ucapan tersebut tidak relevan dengan kinerjanya sebagai wakil bupati. “Jujur saya terhina karena di khalayak umum dia bicara pribadi dan enggak ada kaitan dengan pekerjaan. Ini sudah kedua kalinya, dan ke beberapa dinas sudah cukup sering ngomong bahasa yang tidak layak disampaikan saat rapat,” tambahnya.