Gubernur Banten: Tak Ada Kenaikan BBM, Warga Diminta Tak Panic Buying

- Gubernur Banten Andra Soni menegaskan harga BBM tidak naik per 1 April 2026 dan meminta warga tetap tenang tanpa melakukan panic buying di SPBU.
- Pemerintah pusat menahan harga BBM sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi, sementara Pemprov Banten mendukung penuh kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Andra juga mendukung penerapan WFH bagi ASN Pemprov Banten untuk efisiensi energi dan penghematan konsumsi BBM, terutama pada hari Jumat.
Serang, IDN Times - Gubernur Banten, Andra Soni memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying di SPBU.
Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya isu penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, yang sempat memicu kekhawatiran publik. “Masih tetap berlaku harga yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu berbondong-bondong antre di SPBU," kata Andra, Selasa (31/3/2026) malam.
1. Keputusan itu dinilai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat

Ia menegaskan, keputusan pemerintah pusat untuk menahan harga BBM merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah tekanan dinamika global. Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, mendukung penuh kebijakan tersebut.
Andra berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait isu kenaikan BBM, dan tetap mengandalkan informasi resmi dari pemerintah.
“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah pusat berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
2. Andra ingatkan warga jangan sampai menimbun

Oleh sebab itu, Andra Soni sekali lagi meminta kepada masyarakat Banten untuk tidak terpengaruh pada isu yang berkembang mengenai kenaikan harga BBM pada 1 April 2026. Ia berharap, melalui pernyataan pemerintah, masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, akurat, dan tidak perlu panik.
"Jangan sampe panic buying apalagi sampe melakukan penimbunan," katanya.
3. Andra juga siap dukung kebijakan WFH di lingkungan Pemprov Banten

Selain itu, Andra juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan Work From Home (WFH) sebagai bagian dari upaya efisiensi energi. Ia menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu guna menekan konsumsi BBM.
“Kami mendukung WFH, khususnya pada hari Jumat. ASN harus menjadi contoh dalam penghematan energi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan keputusan tidak menaikkan harga BBM diambil setelah koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian ESDM dan Pertamina.















