KA Jadi Trandportasi Andalan di Banten di Musim Angkutan Lebaran

- KAI Commuter mencatat 18,7 juta pengguna selama masa Angkutan Lebaran 2026 di Jabodetabek dan Banten, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat periode mudik dan arus balik.
- Layanan KRL Bandara Soekarno-Hatta mengalami kenaikan 9 persen dengan 154.771 pengguna, menandakan kuatnya integrasi transportasi udara dan kereta selama musim mudik.
- Stasiun Rangkasbitung menjadi simpul penting dengan lebih dari 1,1 juta pengguna serta peran besar Commuter Line Merak yang mencapai 98 persen dari capaian tahun sebelumnya.
Lebak, IDN Times - Lonjakan penumpang Commuter Line selama masa Angkutan Lebaran 2026 turut ditopang oleh sejumlah lintas strategis, mulai dari KRL Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), lintas Rangkasbitung, hingga Commuter Line Merak. Ketiga layanan ini mencatat peran penting dalam mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
KAI Commuter mencatat, selama 20 hari masa Angkutan Lebaran pada 11–30 Maret 2026, total pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek, Merak, dan jalur lain di Jabodetabek mencapai 18.708.900 orang. Angka ini mendekati capaian tahun sebelumnya dan masih berpotensi bertambah hingga periode layanan berakhir.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat terlihat di berbagai lintas, termasuk lintas Rangkasbitung yang mencatat lebih dari 1,1 juta pengguna selama periode cuti bersama lebaran.
“Selama periode cuti bersama, lintas Rangkasbitung mencatat 1.120.973 pengguna. Ini menunjukkan peran penting lintas tersebut sebagai penghubung wilayah Banten dengan Jabodetabek,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
1. Jumlah pengguna KRL Basoetta naik 9 persen

Khusus layanan KRL Basoetta, jumlah pengguna mencapai 154.771 orang atau meningkat 9 persen dibandingkan Angkutan Lebaran tahun lalu. Lonjakan tertinggi terjadi pada 17 Maret 2026 dengan 10.465 pengguna dalam satu hari.
Stasiun Bandara Soekarno-Hatta menjadi titik tersibuk, dengan lebih dari 61 ribu penumpang naik dan 51 ribu penumpang turun selama periode tersebut. Hal ini menunjukkan tingginya integrasi moda transportasi udara dan kereta bandara saat musim mudik.
2. Rangkasbitung jadi simpul penting

Sementara itu, Stasiun Rangkasbitung menjadi salah satu simpul krusial selama Angkutan Lebaran. Selain melayani KRL lintas Rangkasbitung, stasiun ini juga terintegrasi dengan Commuter Line Merak.
Selama periode cuti bersama, tercatat lebih dari 156 ribu pengguna turun di stasiun ini, mencerminkan tingginya arus perpindahan penumpang menuju wilayah Banten bagian selatan dan pesisir.
3. Pengguna Commuter Line Merak hampir menyamai tahun lalu

Untuk Commuter Line Merak, total pengguna mencapai 290.535 orang atau sekitar 98 persen dari capaian tahun sebelumnya. Puncak penumpang terjadi pada 29 Maret 2026 dengan 18.235 pengguna dalam sehari.
Stasiun Rangkasbitung kembali mencatat volume tertinggi, dengan lebih dari 116 ribu penumpang naik dan 109 ribu penumpang turun, memperkuat posisinya sebagai titik transit utama menuju Merak.
Karina menambahkan, tingginya volume penumpang selama masa angkutan lebaran tidak lepas dari dukungan berbagai pihak serta kesiapan operasional di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna dan pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran layanan Commuter Line selama masa Angkutan Lebaran tahun ini,” katanya.
Dengan capaian tersebut, KRL Basoetta, lintas Rangkasbitung, dan Commuter Line Merak menjadi tulang punggung transportasi publik, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek hingga Banten selama momentum Lebaran.
















