Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Orang Tua Asyik Main Medsos, Puluhan Anak Terpisah Saat Libur Lebaran
Warga padati Pantai Anyer di Banten (ANTARA/Desi Purnama Sari)
  • Sebanyak 25 anak dilaporkan terpisah dari orang tua di Pantai Anyer saat libur Lebaran 2026, dengan kemungkinan jumlah meningkat seiring padatnya kunjungan wisatawan.
  • Balawisata menyebut kelalaian orang tua yang sibuk bermain media sosial sebagai penyebab utama, meski jumlah personel pengamanan sudah ditambah hingga lebih dari 50 orang.
  • Pihak Balawisata menyoroti masih adanya pantai beroperasi tanpa izin dan mengimbau pengunjung serta pengelola untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak hilang di pantai Anyer waktu libur Lebaran. Ada 25 anak yang terpisah dari orang tuanya karena orang tua sibuk main handphone dan lihat media sosial. Petugas pantai cepat bantu cari anak-anak itu. Sekarang petugasnya sudah lebih banyak supaya bisa jaga pantai dan bantu kalau ada yang hilang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Puluhan anak dilaporkan terpisah dari orang tua saat memadati kawasan wisata Pantai Anyer di Kabupaten Serang selama libur Lebaran 2026. Kelalaian pengawasan, termasuk orang tua yang sibuk bermain media sosial, disebut menjadi salah satu penyebab utama.

Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawisata) Kabupaten Serang mencatat, 25 anak terpisah dari keluarga pada H+2 lebaran. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah pada hari-hari berikutnya seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

1. Kerap terjadi saat puncak keramaian kawasan pantai

Wisatawan bermain air di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (23/4/2023) (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Kepala Balawisata Kabupaten Serang, Sahrudin, mengatakan kasus anak terpisah hampir selalu terjadi saat puncak keramaian di kawasan pantai. Setiap laporan langsung ditangani melalui koordinasi cepat antarpetugas di lapangan.

“Pada H+2 saja ada sekitar 25 anak yang terpisah. Hari ini kemungkinan lebih banyak,” kata Sahrudin, Selasa (24/3/2026).

2. Orang tua lengah hingga asyik main medsos jadi penyebab

Ilustrasi Ancol pantai Ancol. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sahrudin menjelaskan, kurangnya pengawasan dari orang tua menjadi faktor utama. Banyak orang tua dinilai lengah karena sibuk menggunakan ponsel atau media sosial saat berada di lokasi wisata.

“Orang tua sering tidak fokus mengawasi anak karena asyik bermain media sosial,” ujarnya.

Balawisata pun lebih banyak melakukan penanganan terhadap anak-anak yang terpisah dari rombongan keluarga selama masa libur.

Di sisi lain, jumlah personel Balawisata kini telah ditingkatkan menjadi sekitar 50 hingga 55 orang, dari sebelumnya hanya sekitar 30 personel. Penambahan dilakukan melalui pelatihan sertifikasi terhadap anggota baru.

"Meski demikian, keterbatasan fasilitas keselamatan masih menjadi kendala di lapangan, terutama peralatan darurat untuk penanganan insiden," katanya.

3. Balawista sayangkan masih banyak banyak wisata pantai beroperasi tanpa izin

Warga padati Pantai Anyer di Banten (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Selain itu, pihak Balawisata juga menyoroti masih adanya lokasi wisata pantai yang beroperasi tanpa izin dan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP), sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Meski menghadapi berbagai tantangan, hingga H+2 Lebaran 2026 belum ada laporan kecelakaan laut atau zero incident.

"Balawisata mengimbau para orangtua untuk lebih waspada dan tidak lengah saat membawa anak ke lokasi wisata, serta meminta pengelola wisata aktif memberikan peringatan kepada pengunjung demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," kata Sahrudin.

Editorial Team